Wikipedia

Hasil penelusuran

Kamis, 05 Juni 2025

Obat-Obatan di Era Digital: Transformasi, Inovasi, dan Tantangan


 

Perkembangan teknologi digital telah merevolusi berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam bidang farmasi. Dari proses penemuan hingga distribusi obat, digitalisasi membawa perubahan signifikan yang meningkatkan efisiensi, akurasi, dan aksesibilitas layanan kesehatan. Namun, transformasi ini juga menghadirkan tantangan baru yang perlu diatasi.prod.eesc.usp.br


💊 Transformasi Digital dalam Industri Farmasi

1. Penemuan dan Pengembangan Obat Berbasis AI dan Big Data

Kecerdasan buatan (AI) dan big data memainkan peran penting dalam mempercepat proses penemuan obat. AI dapat menganalisis ribuan data farmakologis untuk menemukan kombinasi senyawa potensial sebagai obat baru. Teknologi ini juga membantu memprediksi efektivitas obat, mengurangi risiko kegagalan dalam uji klinis, serta mempercepat waktu pengembangan obat dari laboratorium ke pasar. pasca-ukim.ac.id+1mandiradistra.com+1bk.mercubuana-yogya.ac.id

2. Digital Twin dalam Uji Klinis

Teknologi digital twin memungkinkan simulasi pasien virtual untuk menguji respons terhadap obat tertentu. Hal ini memungkinkan penyesuaian terapi yang lebih personal dan efisien, serta mengurangi kebutuhan akan uji klinis yang panjang dan mahal. farmasiterkini.com

3. E-Prescription dan Telefarmasi

Resep elektronik (e-prescription) memungkinkan dokter mengirimkan resep secara digital ke apotek, mengurangi risiko kesalahan penulisan dan mempercepat proses pengambilan obat. Telefarmasi memungkinkan konsultasi antara pasien dan apoteker secara daring, memberikan edukasi tentang penggunaan obat, serta memantau kepatuhan pasien terhadap terapi. pasca-ukim.ac.id+3kumparan.com+3saa.iainptk.ac.id+3kumparan.com+3pasca-ukim.ac.id+3senat.metrouniv.ac.id+3

4. Manajemen Stok Obat Berbasis AI

Apotek menggunakan sistem berbasis AI untuk memantau stok obat secara real-time dan memprediksi kebutuhan berdasarkan data historis. Hal ini meningkatkan efisiensi operasional dan mengurangi risiko kekurangan atau kelebihan stok. prod.eesc.usp.br

5. Layanan Pengiriman Obat dan Aplikasi Mobile

Pasien dapat memesan obat secara online dan menerimanya langsung di rumah. Aplikasi mobile juga menyediakan informasi tentang obat, termasuk cara penggunaan, efek samping, dan interaksi obat, serta pengingat jadwal minum obat. kumparan.com+3prod.eesc.usp.br+3bk.mercubuana-yogya.ac.id+3


⚙️ Inovasi Teknologi dalam Produksi dan Distribusi Obat

1. Cetak 3D untuk Produksi Obat

Teknologi cetak 3D memungkinkan produksi obat yang dipersonalisasi sesuai kebutuhan spesifik pasien, termasuk dosis yang disesuaikan dengan kondisi kesehatan individu. Obat yang dicetak 3D juga dapat mengandung beberapa bahan aktif dalam satu dosis, memungkinkan pengobatan yang lebih efisien. bk.mercubuana-yogya.ac.id+1senat.metrouniv.ac.id+1

2. Internet of Medical Things (IoMT)

Perangkat IoMT, seperti sensor yang dapat dikenakan, memungkinkan pengumpulan data kesehatan pasien secara kontinu. Data ini dapat diintegrasikan ke dalam pengelolaan pengobatan oleh dokter dan perusahaan farmasi, meningkatkan efektivitas terapi dan kepatuhan pasien. bk.mercubuana-yogya.ac.id+1mandiradistra.com+1

3. Automated Dispensing Cabinets (ADC)

ADC adalah lemari obat terkomputerisasi yang memungkinkan penyimpanan dan pengeluaran obat di dekat titik perawatan, sambil mengontrol dan melacak distribusi obat. Implementasi ADC meningkatkan keselamatan pasien dan akuntabilitas inventaris, serta menyederhanakan proses penagihan. en.wikipedia.org


🛡️ Tantangan dalam Digitalisasi Farmasi

1. Keamanan Data dan Privasi

Transformasi digital dalam industri farmasi sangat bergantung pada data, termasuk data kesehatan pasien yang sangat sensitif. Penerapan teknologi seperti big data dan IoT memunculkan kekhawatiran terkait keamanan data dan privasi. Serangan siber dan pelanggaran data dapat menimbulkan dampak serius terhadap reputasi perusahaan farmasi dan kepercayaan pasien. bk.mercubuana-yogya.ac.id+1pasca-ukim.ac.id+1

2. Kesenjangan Akses Teknologi

Tidak semua pasien memiliki akses atau kemampuan menggunakan teknologi digital. Hal ini dapat menyebabkan ketimpangan dalam akses layanan farmasi digital, terutama di daerah terpencil atau dengan infrastruktur teknologi yang terbatas. journal.stikesharapanbangsajember.ac.id+3prod.eesc.usp.br+3pasca-ukim.ac.id+3

3. Adaptasi Regulasi

Perubahan teknologi dan munculnya inovasi baru memerlukan adaptasi regulasi yang lebih cepat dan fleksibel. Namun, proses pengesahan dan persetujuan obat-obatan tetap memakan waktu lama, menciptakan kesenjangan antara inovasi dan regulasi. bk.mercubuana-yogya.ac.id

4. Transformasi Budaya Perusahaan

Banyak perusahaan farmasi yang masih beroperasi dengan metode konvensional dan belum sepenuhnya terbuka terhadap perubahan teknologi. Transformasi digital memerlukan perubahan budaya perusahaan, di mana setiap tingkatan harus mengadopsi pola pikir yang lebih inovatif dan digital. bk.mercubuana-yogya.ac.id


📚 Kesimpulan

Digitalisasi dalam industri farmasi membawa banyak manfaat, termasuk efisiensi operasional, peningkatan akurasi, dan aksesibilitas layanan kesehatan yang lebih baik. Namun, untuk memaksimalkan potensi ini, perlu adanya upaya bersama dari semua pemangku kepentingan untuk mengatasi tantangan yang ada, seperti keamanan data, kesenjangan akses teknologi, adaptasi regulasi, dan transformasi budaya perusahaan. Dengan pendekatan yang holistik dan kolaboratif, digitalisasi farmasi dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan secara keseluruhan.prod.eesc.usp.brpasca-ukim.ac.id


Referensi:

  1. Tantangan dan Peluang Industri Farmasi di Era Digital – Universitas Mercu Buana Yogyakarta. prod.eesc.usp.br+2bk.mercubuana-yogya.ac.id+2saa.iainptk.ac.id+2

  2. Farmasi di Era Digital: Dari e-Prescription hingga Telemedicine – Departamento de Engenharia de Produção. prod.eesc.usp.br+1pasca-ukim.ac.id+1

  3. Contoh Teknologi Farmasi Terbaru dalam Era Digital | Mandira Distra Abadi. mandiradistra.com

  4. Automated dispensing cabinet – Wikipedia. farmasiterkini.com+8en.wikipedia.org+8wired.com+8

  5. Farmasi Digital: Transformasi Pengelolaan Obat dan Pelayanan Kesehatan – PROGRAM PASCASARJANA UKIM. pasca-ukim.ac.id

  6. Perkembangan Teknologi pada Era Digital di Industri Farmasi: Teknologi Digital Twin untuk Pengembangan Obat dan Uji Klinis – Farmasi Digital. farmasiterkini.com+1bk.mercubuana-yogya.ac.id+1

  7. Farmasi Digital: Inovasi dan Tantangan dalam Era Teknologi – Studi Agama-Agama IAIN Pontianak. saa.iainptk.ac.id+1saa.iainptk.ac.id+1

  8. Pengaruh Teknologi Digital terhadap Praktik Farmasi: Telefarmasi dan Aplikasi dalam Pelayanan Kesehatan – Senat Institusi – IAIN Metro. senat.metrouniv.ac.id

  9. PENERAPAN TEKNOLOGI DIGITAL DALAM SISTEM MANAJEMEN FARMASI: STUDI KASUS DI KLINIK KESEHATAN – JURNAL FARMASI DAN MANAJEMEN KEFARMASIAN. journal.stikesharapanbangsajember.ac.id

  10. Digitalisasi Layanan Farmasi: Manfaat di Tengah Permasalahan Regulasi | kumparan.com. kumparan.com

  11. Peran Teknologi dalam Memajukan Industri Farmasi di Era Digital – Studi Agama-Agama IAIN Pontianak. saa.iainptk.ac.id+1saa.iainptk.ac.id+1

  12. Pemberdayaan Mengenai Cara Mendapatkan Obat Pada Era Digital Dengan Pendekatan Decision Making | Jurnal Kesehatan. ejournal.poltekkesternate.ac.id

Rabu, 04 Juni 2025

Tantangan Terapi Obat Dalam Perkembangan Zaman


Tantangan terapi obat dalam perkembangan zaman menjadi semakin kompleks seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, dan dinamika penyakit global. Berikut adalah beberapa tantangan utama terapi obat modern yang relevan di era sekarang:


⚖️ 1. Resistensi Obat

🔹 Antibiotik dan antimikroba

  • Munculnya resistensi antibiotik akibat penggunaan yang tidak tepat atau berlebihan.

  • Bakteri super seperti MRSA dan TB resisten menjadi ancaman serius.

  • Solusi menuntut pengembangan antibiotik baru, namun prosesnya lambat dan mahal.

🔹 Obat kanker dan antiretroviral

  • Sel kanker dan virus seperti HIV juga menunjukkan resistensi terhadap terapi jangka panjang.


🧬 2. Individualisasi Terapi (Personalized Medicine)

  • Terapi tradisional bersifat "one-size-fits-all", tetapi setiap individu punya perbedaan genetik, metabolik, dan respon terhadap obat.

  • Tantangan: biaya tinggi, keterbatasan data genetik pasien, dan kurangnya sumber daya di negara berkembang.


💊 3. Polifarmasi dan Efek Samping

  • Terutama pada pasien lansia atau dengan penyakit kronis, konsumsi >5 obat sekaligus menyebabkan:

    • Interaksi obat

    • Efek samping yang saling tumpang tindih

    • Kesalahan dalam kepatuhan (adherence)


🧠 4. Kepatuhan Pasien

  • Banyak pasien tidak mematuhi dosis atau waktu konsumsi karena efek samping, biaya, atau ketidaktahuan.

  • Terapi gagal bukan karena obat tidak efektif, tetapi karena penggunaan tidak sesuai.


🌍 5. Aksesibilitas dan Kesenjangan Global

  • Terapi canggih seperti imunoterapi kanker, terapi gen, dan biologik belum tersedia merata.

  • Negara berkembang masih kesulitan mengakses terapi dasar akibat keterbatasan logistik, dana, dan sistem distribusi obat.


🧪 6. Kemunculan Obat-Obat Baru yang Kompleks

  • Obat berbasis RNA, CAR-T, monoklonal antibody, dan teknologi nanopartikel makin berkembang.

  • Tantangan: regulasi ketat, uji klinis panjang, dan biaya pengembangan sangat tinggi.


💻 7. Digitalisasi Terapi

  • e-Prescription, AI untuk penyesuaian dosis, dan telemedisin membuka jalan baru.

  • Namun masih dihadapkan dengan:

    • Ketimpangan akses teknologi.

    • Isu privasi data medis.

    • Ketergantungan terhadap perangkat dan sistem TI.


🧾 8. Regulasi dan Keamanan

  • Obat baru harus melalui uji klinis yang ketat, tapi percepatan seperti dalam kasus COVID-19 menimbulkan dilema antara kecepatan vs keamanan.


📈 Kesimpulan:

Terapi obat di era modern menghadapi tantangan multidimensi, dari resistensi mikroba hingga personalisasi pengobatan dan akses global. Peran kolaboratif antara ilmuwan, tenaga medis, pemerintah, dan masyarakat sangat penting untuk menjawab tantangan ini.

Terapi Obat pada Pasien Penderita Kanker: Tinjauan Farmakologis dan Efektivitas Klini


Abstrak:

Kanker merupakan salah satu penyebab utama kematian di seluruh dunia. Terapi obat atau kemoterapi tetap menjadi metode utama dalam penanganan kanker, meskipun efektivitasnya bervariasi tergantung pada jenis, stadium, dan kondisi pasien. Artikel ini bertujuan untuk meninjau berbagai agen kemoterapi yang umum digunakan, mekanisme kerjanya, serta efektivitas dan efek samping yang ditimbulkan. Penelitian ini juga menekankan pentingnya pendekatan individual dalam pengobatan kanker serta peran farmasis klinis dalam optimalisasi terapi.

Kata Kunci: kanker, kemoterapi, terapi target, efek samping, farmasis klinis


Pendahuluan

Kanker adalah penyakit yang ditandai dengan pertumbuhan sel yang tidak terkendali dan penyebarannya ke jaringan sekitarnya. Terapi kanker dapat meliputi pembedahan, radioterapi, imunoterapi, serta kemoterapi. Di antara semuanya, kemoterapi tetap menjadi tulang punggung utama dalam manajemen kanker.

Namun, keberhasilan kemoterapi dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk jenis kanker, resistensi obat, serta kondisi klinis pasien. Oleh karena itu, pemahaman menyeluruh tentang mekanisme kerja dan potensi efek samping terapi obat menjadi sangat penting.


Metodologi

Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah studi pustaka dari berbagai jurnal nasional dan internasional yang diterbitkan antara tahun 2015 hingga 2024. Sumber utama meliputi PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar.


Hasil dan Pembahasan

1. Jenis Terapi Obat

  • Kemoterapi Sitotoksik:
    Agen seperti doxorubicin, paclitaxel, dan cisplatin bekerja dengan menghambat mitosis sel kanker. Namun, mereka juga merusak sel normal, sehingga menimbulkan efek samping sistemik.

  • Terapi Target Molekuler:
    Contohnya adalah trastuzumab (HER2 inhibitor) dan imatinib (BCR-ABL inhibitor). Obat ini bekerja lebih spesifik dan memiliki efek samping yang lebih ringan dibandingkan kemoterapi konvensional.

  • Imunoterapi:
    Nivolumab dan pembrolizumab (checkpoint inhibitors) meningkatkan respons imun terhadap sel kanker. Efektivitasnya tinggi, terutama pada kanker paru dan melanoma.

2. Efek Samping Umum

  • Kemoterapi: mual, muntah, neutropenia, anemia, rambut rontok.

  • Terapi Target: ruam kulit, hipertensi, hepatotoksisitas.

  • Imunoterapi: kelelahan, reaksi autoimun, inflamasi sistemik.

3. Peran Farmasis dalam Terapi Kanker

Farmasis klinis berperan penting dalam:

  • Menyesuaikan dosis berdasarkan fungsi ginjal dan hati.

  • Edukasi pasien mengenai kepatuhan minum obat.

  • Monitoring efek samping dan interaksi obat.

  • Pengelolaan terapi suportif, seperti antiemetik dan hematopoietik growth factors.


Kesimpulan

Terapi obat pada pasien kanker merupakan intervensi kompleks yang membutuhkan pendekatan multidisiplin. Pilihan agen terapeutik harus disesuaikan dengan karakteristik tumor dan pasien. Peran farmasis sangat penting dalam memastikan efektivitas terapi dan mengurangi risiko efek samping.


Daftar Pustaka

  1. DeVita, V. T., et al. (2020). Cancer: Principles & Practice of Oncology.

  2. Longo, D. L., et al. (2019). Harrison’s Principles of Internal Medicine.

  3. NCCN Guidelines (2023). National Comprehensive Cancer Network.

  4. Hanahan, D., & Weinberg, R. A. (2011). Hallmarks of Cancer. Cell, 144(5), 646–674.

  5. WHO. (2022). Cancer Fact Sheet.

Minggu, 31 Desember 2017

Pulsa Murah dan Hemat Tahun 2018

Mau jualan pulsa tapi bingung mau mulai dari mana ?? ya disini tempatnya
Hai semua jumpa lagi kita di Quantum Chem, Nah kali ini saya menjawab pertanyaan gimana sih memulai bisnis pulsa dengan modal kecil-kecilan??
Jadi memulai bisnis itu mudah juragan tapi yang susah itu cara untuk bertahan dalam menjalankan bisnis tadi, tapi kita ngak bakal bahas itu karena kita akan membahas bagaimana memulai Bisnis pulsa yang Ok Check it out.
Jadi disini modal utama kita adalah Hp Android, akses internet serta  ATM (kalau ngak ada bisa kita atur belakangan) .
Setelah kita memiliki semua perlengkapannya Anda tinggal membaca artikel ini langsung aja klik >>>Disini<<<
Pada versi Web Anda akan melihat tampilan seperti berikut 
sekarang karena juragan belum ada akun ya kita daftar dulu , Berapa bayarnya?? 
Gratis daftarnya juragan sekalian seperti berikut :

  • Pada menu diatas tekan Daftar  setelah itu akan tampil seperti dibawah dimana kita akan mendaftar sebagai member baru
 
  • Isi semua data dengan lengkap beserta kode promo 59247 dan pastinya dengan benar dong setelah itu klik Daftar Sekarang dan akun juragan langsung jadi nah setelah itu kita tinggal login menggunakan Usernama dan Password yang barusan dibuat masa udah lupa ?? ga mungkin kan.
 
  • Nah setelah berhasil login juragan bisa langsung mengisi saldo yang nantinya akan menjadi pulsa untuk kita jual BUKAN saldo untuk biaya REGISTRASI atau yang lainya tapi saldo untuk nyari UNTUNG. 
  • Gimana cara tambah saldonya untuk mulai jualan ya?? ok pada pertama kali login/masuk silahkan Geser atau gulir kebawah maka akan ada tombol  
  • TAMBAH SALDO tinggal klik dan akan muncul seperti berikut : 
  •  
     Kita pilih metode pembayarannya disini tersedia pembayaran dengan metode transfer via 
  1. BCA
  2. MANDIRI
  3. BNI
  4. BRI
yang mana yang akan juragan gunakan ya terserah, ada bank yang mana atau ada ATM yang mana nah trus gimana kalau ga ada ATM?? Nah disini juragan bisa menghubungi saya dan dengan senang hati saya akan transfer dana atau transfer saldo ke juragan ya tentu ga gratis lah Anda bisa bayar kerekening saya sebagai Alternatif nya.
Selanjutnya ingat untuk melakukan TopUp atau isi saldo juragan tidak perlu menulis , (koma) atau . (titik) cukup tulis nominal Polos 
Contoh : 
  • 20 Ribu = 20000 saja, nanti akan ada nomor rekening dari tim Kioser.com yang harus Anda Transfer agar saldo dapat terisi.
Mungkin itu saja yang dapat saya bagikan jika ada pertanyaan kolom komentar tidak pernah penuh jadi silahkan bertanya agar tidak tersesat dijalan ya 😄😄
Catatan :
  • Jika juragan bertanya kenapa harus Kioser.com? Karena disini ada bonus untuk membuka aplikasi yang nantinya akan menjadi saldo untuk juragan semua.
  • Modal juga  dikatakan Cukup Murah 
  • Jika juragan semua tahu yang namanya downline dimana juragan punya pengikut. Juragan bisa mengatur rentang harga Downline sendiri tidak seperti Aplikasi lain dimana Downline sudah diatur secara otomatis.
  • Deposit pertama juga sangat rendah yaitu 10.000 saja dan tidak ada biaya registrasi seperti yang lain dimana kita harus membayar untuk registrasi padahal belum tentu kita mendapatkan sesuai dengan keinginan kita.
  • Serta masih banyak keunggulan dari kioser.com silahkan juragan coba sendiri.
Hampir saja saya lupa kalau Kioser,com juga sudah mempunyai Aplikasi Android sendiri juragan bisa download di Google Playstore dan memulai bisnis Anda 
Terima Kasih sudah Berkunjung 

Sabtu, 25 April 2015

Jangan Minum Obat dengan Susu

Jangan minum obat dengan susu sebagian orang sudah sangat akrab dengan kata-kata itu  ketika akan meminum obat-obatan oral (tablet, kapsul, kaplet,sirup) Kenapa susu tidak boleh dicampur dengan obat ? Obat yang dikonsumsi secara oral akan lebih efektif efektif bagi seseorang jika dikonsumsi dengan cara pemakaian yang benar dan diserap dengan baik oleh tubuh. Obat oral harus diserap dari saluran pencernaan hingga masuk ke dalam aliran darah lalu dikirim ke jaringan sel yang sakit. 

Salah satu faktor yang mempengaruhi kemampuan tubuh dalam menyerap obat adalah kondisi keasaman lambung, ada atau tidak makanan didalamnya yang mengandung lemak akan lebih lama dalam proses penyerapan obat, dan zat kimia kalsium yang banyak terkandung dalam susu. Beberapa obat seperti keluarga antibiotik yang mengandung rumus kimia tetrasiklik dan minosiklik akan bereaksi dengan susu. Kalsium yang terdapat dalam susu akan mengikat obat tersebut sehingga membuatnya tidak larut dalam usus dan mencegah penyerapan obat tersebut ke dalam jaringan sel tubuh, Mengonsumsi susu setengah liter saja sudah bisa mengurangi efektivitas antibiotik hingga 80 persen. Kalsium juga bisa mengganggu penyerapan obat osteoporosis.  Sebaiknya hindari minum susu dalam waktu 2 jam sebelum minum obat. Karenanya menjadi hal yang sangat penting untuk mengikuti petunjuk penggunaan yang tertera pada botol atau bungkus obat, atau akan lebih baik lagi masyarakat selalu menanyakan kriteria obat yang dikonsumsinya pada Apoteker di apotek. 
Susu memang minuman yang kaya akan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh tetapi saat meminum obat sebaiknya tidak disertai minum susu dan Sebaiknya hindari minum susu dalam waktu 3 jam sebelum dan sesudah minum obat agar penyerapan obat ke dalam tubuh lebih maksimal sehingga meningkatkan efek kesembuhannya. Minum obat yang paling baik dengan air mineral (air putih/bening) yang tidak memiliki senyawa kimia yang dapat bereaksi dengan tubuh. sedikit tips sebelum minum obat dengan air putih/bening yaitu berdoa dulu di depan air tersebut karena dengan berdoa maka molekul kristal-kristal air akan berbentuk lebih baik sehingga membantu efek kesembuhannya..tidak percaya ?? silahkan dicoba... :)



Sumber : BPOM RI | FDA | everydayhealth

Selasa, 10 Maret 2015

Efek Samping Obat

Efek samping obat adalah efek dari obat yang tidak diinginkan. Ada beberapa efek samping yang ringan, seperti sakit kepala ringan, mulut kering, mengantuk dan Efek samping berat, misalnya kerusakan pada hati, ginjal bahkan merusak sel lain seperti pada efek samping obat-obat kanker. Ada beberapa efek samping yang bertahan hanya beberapa hari atau minggu, sementara yang lain dapat bertahan selama obat yang mengakibatkannya masih dipakai, atau bahkan setelah dihentikan. Ada efek samping yang muncul beberapa hari atau minggu setelah kita mulai penggunaan obat penyebab; ada yang baru menimbulkan masalah setelah obat dipakai berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun (efek pemakaian jangka panjang).

Dampak efek samping bisa separah penyakitnya itu sendiri misalnya antiradang yang memicu perdarahan lambung pada pasien yang mengidap penyakit maag kronis/akut. Tetapi ada juga efek samping yang dimanfaatkan pada terapi seperti efek mngantuk pada obat-obat’an anti histamin atau anti alergi yang biasanya terdapat pada obat flu,batuk untuk meringankan gejala-gejala flu atau untuk terapi tunggal alergi. Efek samping tidak dapat diremehkan begitu saja karena efek samping yang tertera pada brosur informasi setiap obat tidak semua orang akan mengalaminya, artinya ada beberapa orang dengan kondisi tubuh tertentu tidak mengalami efek samping yang sama dengan orang lain.
Beberapa obat yang memiliki efek samping cukup serius perlu mendapat perhatian khusus sehingga harus dikonsultasikan dengan dokter yang meresepkan serta apoteker jika dirasakan sudah sangat mengganggu. Dibawah ini adalah efek samping obat yang sering dilaporkan atau dirasakan pasien.
NSAID (Non-steroidal anti-inflammatory) memicu perdarahan lambung
Obat-obat anti inflamasi seperti asam mefenamat, NA diklofenak biasanya digunakan untuk demam, nyeri ringan. Jika anda memiliki masalah dengan pencernaan sebaiknya berkonsultasi dulu dengan dokter/Apoteker sebab obat-obat ini bisa memicu luka dan perdarahan di lambung jika diminum saat perut kosong. Penangannnya : minum obat-obat’an ini 5-10 menit setelah makan, makanan ini berfungsi untuk melapisi mukosa lambung agar produksi asam lambung yang meningkat tidak mengiritasinya.
Obat asma memicu sariawan
Steroid untuk asma yang diberikan dalam bentuk spray (semprotan) bisa memicu sariawan di mulut jika obat ini tidak semuanya masuk ke paru-paru, namun berbalik ketika baru mencapai tenggorokan. Risiko ini bisa diatasi dengan berkumur setelah penyemprotan, atau menggunakan alat khusus untuk memastikan arah semprotan sudah tepat menuju ke tenggorokan. Penanganannya : berkonsultasilah kepada dokter /Apoteker cara penggunaan sediaan spray sehingga obat dapat maksimal masuk ke dalam tubuh.
Obat kolesterol memicu nyeri otot
Beberapa orang yang memang menderita nyeri otot kronis, efek samping semacam ini mungkin tidak terlalu menjadi masalah karena sudah terbiasa. Namun bagi sebagian orang akan sangat mempengaruhi kualitas hidup dan mengurangi produktivitas saat bekerja. Sekitar 1 dari 20 pemakai obat kolesterol paling populer yakni statin mengalami efek samping berupa nyeri otot. Jika sekiranya kondisi ini mengganggu aktivitas, konsultasikan dengan dokter untuk menurunkan dosisnya atau menggantinya dengan obat lain.
Obat hipertensi memicu disfungsi ereksi
Obat-obat penurun tekanan darah diberikan untuk mencegah serangan jantung sehingga penderita hipertensi bisa hidup lebih lama. Namun beragam efek samping mulai dari pembengkakan sendi hingga tidak bisa ereksi kadang membuat si penderita merasa frustras. Efek samping obat hipertensi memang sangat beragam, beberapa di antaranya juga memicu pusing dan batuk-batuk. Mintalah dokter untuk menyesuaikan dosis dan kombinasi obat agar efek samping yang muncul bisa diminimalkan.
Obat jantung memicu sakit kepala ringan
Obat-obat anti angina bekerja dengan cara melebarkan pembuluh darah. Mekanisme ini ampuh untuk mencegah serangan jantung, namun efek sampingnya bisa menyebabkan nyeri hebat di kepala karena efek vasodilatasi obat. Jika dibandingkan dengan risiko kematian yang begitu tinggi pada serangan jantung maka obat ini masih diresepkan. Resiko lebih kecil daripada manfaat yang diperoleh
Antidepresan memicu orgasme
Jenis orgasme yang disebut orgasme spontan ini terjadi akibat efek samping beberapa obat antidepresan terutama golongan Serotonin Selective Reuptake Inhibitor (SSRI). Untungnya tidak semua orang mengalami efek samping seperti ini, hanya terjadi pada sebagian kecil


ARV (obat HIV) memicu Osteoporosis
Efek samping ini sering terjadi pada ODHA (Orang dengan HIV AIDS) Mineral tulang dapat hilang dan tulang menjadi rapuh. Pastikan konsumsi cukup zat kalsium dalam makanan dan suplemen.
Lalu Bagaimana Kita Menangani Efek Samping?
Ada beberapa langkah yang dapat kita lakukan untuk menyiapkan diri menghadapi efek samping.
  1. Tanyakan kepada dokter/apoteker efek samping yang dapat timbul. Tanyakan kapan sebaiknya lapor ke dokter bila efek samping bertahan terlalu lama, atau menjadi berat.
  2. Tanyakan bagaimana cara menghindari efek samping yang mungkin muncul atau saran-saran khusus saat minum obat tertentu.
  3. Kadang kala, dokter langsung menyediakan resep untuk obat yang dapat membantu jika efek samping menjadi berat.
Sebenarnya masih banyak efek samping yang perlu dibahas tetapi efek samping ini adalah yang paling banyak terjadi pada pasien yang meminumnya, tidak perlu takut dengan efek samping obat karena obat sudah melalui uji pra klinik dan klinik untuk menjamin keamanannya secara menyeluruh dan produsen obat memiliki prinsip jika manfaatnya lebih besar daripada efek sampingnya maka obat tersebut layak diminum oleh pasien.

Sumber : Medscape

Minggu, 25 Januari 2015

Cara Menggunakan Tablet, Cream & Suppositoria Ovula

Tema tulisan kali ini masih  sama yaitu cara penggunaan obat-obatan khusus. Intinya obat yang dimasukan melalui vagin* biasanya dalam bentuk tablet, cream atau suppositoria, ada yang menggunakan vaginal applikator (alat untuk memasukan obat kedalam vagin*) juga ada yang tidak menggunakan. Sedikit informasi tentang tablet ovula ini adalah suatu bentuk desain sediaan obat yang pemakaiannya melalui vagin*, berbentuk pipih, oval dengan salah satu ujungnya kecil. Tablet vagin* akan melebur didalam vagin* agar diserap oleh lapisan mukosa dinding vagin*. Jenis tablet ini dibuat untuk pengobatan anti jamur contohnya adalah anti jamur nystatin (fungicidin). Sekarang kita bahas bagaiman cara menggunakannya. Check This Out Bro,..
Catatan penting : obat ini hanya diberikan untuk wanita yang sudah menikah, sampaikan kepada dokter status anda apakah sudah menikah atau belum.
Pertama dan yang paling utama saat menggunakan obat-obatan adalah cuci tangan air mengalir dan sabun. Sediaan obat ini sama seperti kapsul suppositoria yang beberapa hari lalu kita bahas cara penggunaannya disini nih kalau belum baca klik  Cara Penggunaan Suppositoria.
cuci tangan

Kedua : Pastikan tablet/suppositoria Ovula masih berbentuk baik (tidak lembek) agar mudah saat dimasukan dengan aplikator atau tanpa aplikator. Cara agar tablet/suppositoria tetap dalam keadaan baik adalah menyimpannya di Lemari es bagian bawah freezer.

Ketiga : Gunakan obat ini pada waktu malam hari saat akan tidur, agar obat dapat diserap sempurna juga tidak keluar saat anda beraktivitas. farmatika
malam
Keempat : Bersihkan bagian luar vagin* menggunakan sabun (lebih baik menggunakan sabun bayi) keringkan setelahnya.
bersihkan vagina

Kelima : untuk cream vaginal, pasang aplikator pada tutup wadah/tube cream yang terbuka (lihat pada gambar). Tarik ujung aplikator untuk mengeluarkan cream obat sebanyak dosis yang diperlukan. Setelahnya lepaskan aplikator dari tube cream, bersihkan jika ada yang tersisa pada mulut tube lalu tutup kembali.
vaginal aplikator

Keenam : untuk tablet atau suppositoria, buka tablet dari pembungkus dengan cara seperti pada gambar lalu tempatkan pada ujung aplikator. Pastikan sisi tablet ovula yang ditaruh pada aplikator adalah sisi tumpul dari tablet ovula. (lihat gambar) cara membuka dan memasang tablet ovula
cara membuka kapsul ovula
cara membuka tablet ovula
aplikator vagina
cara memasang tablet ovula

Ketujuh : Masukan aplikator dengan posisi berdiri atau duduk dengan satu tangan menopang tubuh anda dan tangan lainnya memegang aplikator yang sudah dipasangi ovula. Kedua kaki ditekuk dengan posisi terbuka untuk memudahkan masuknya aplikator. (lihat pada gambar)
Cara menggunakan tablet, cream dan suppositoria vagina

Kedelapan : Masukkan ujung ovula dengan bantuan aplikator ke lubang vaginal. Setelah aplikator berada di dalam vaginal, tekan tuas pendorong pada aplikator untuk melepaskan ovula atau mengeluarkan cream ovula. Ukuran kedalamannya adalah batas panjang aplikator atau jika menggunakan jari maka sedalam ukuran jari telunjuk anda. (lihat gambar) diamkan (tidak beraktifitas setelah menggunakan obat) selama kurang lebih 10 menit agar obat dapat terserap sempurna.
Cara menggunakan tablet vagina
Cara menggunakan suppositoria vagina

Kesembilan : Jika aplikator dapat digunakan kembali maka cuci langsung menggunakan air mengalir dan keringkan. Jika aplikator hanya untuk pemakaian 1x sebaiknya langsung dibuang.
cara menggunakan cream vagina
Kesepuluh : cuci tangan anda kembali setelah selesai semua proses
cuci tangan

Jenis Aplikator Tablet, Cream Dan Suppositoria Vaginal
  1. Aplikator cream vaginal ukuran kecil
  2. Aplikator cream ovula ukuran besar
  3. Aplikator tablet ovula pipih
  4. Aplikator suppositoria ovula



Penting : Saat anda menggunakan obat anti jamur ovula
Lanjutkan pengobatan sesuai dengan yang diresepkan oleh dokter atau pada label obat, biasanya pengobatan ovula karena jamur memerlukan waktu sampai 14 hari berturut-turut walaupun saat anda menstruasi. Saat menggunakan obat ovula ini sebaiknya tidak menggunakan tampon karena dapat menyerap obat-obatan sehingga efektivitas obat menurun. Penggunaan tampon akan menyebabkab interaksi obat antara tampon dan obat ovula tapi jangan khawatir begini cara menghindari interaksi obat. Semoga bisa dimengerti  penjelasan Cara Menggunakan Tablet, Cream Dan Suppositoria Ovula. Konsultasikan permasalahan obat-obatan anda pada Apoteker di Apotek atau di Rumah Sakit 

Maaf gambar yang terpasang bertujuan ilmiah dan tidak ada unsur pornografi

Sumber : American Society of Health-System Pharmacists | Guide to Good Prescribing, World Health Organization, Action Programme on Essential Drugs, Geneva