Wikipedia

Hasil penelusuran

Sabtu, 26 Desember 2009

Farmasi Pada Masa Kejayaan Islam

Farmasi pada masa kejayaan Islam (sekitar abad ke-8 hingga ke-13 M) berkembang pesat dan menjadi salah satu fondasi penting ilmu farmasi modern. Peradaban Islam saat itu tidak hanya menerjemahkan pengetahuan Yunani dan Romawi, tetapi juga mengembangkan ilmu farmasi secara praktis dan teoritis. Berikut adalah ringkasan pentingnya:


🌟 Perkembangan Farmasi pada Masa Kejayaan Islam

πŸ›️ 1. Asal Usul dan Lembaga

  • Munculnya apotek pertama di dunia sekitar tahun 754 M di Baghdad pada masa Khalifah Al-Mansur (Dinasti Abbasiyah).

  • Farmasi mulai dipisahkan dari kedokteran sebagai profesi tersendiri.

  • Pemerintah mengawasi pembuatan dan distribusi obat agar sesuai standar dan aman.


πŸ“š 2. Tokoh-Tokoh Farmasi Islam

🧠 a. Al-Razi (Rhazes)

  • Menulis “Al-Hawi”, ensiklopedia medis dan farmasi yang sangat berpengaruh.

  • Membedakan antara obat farmakologis dan kimiawi.

  • Gunakan alkohol dalam persiapan obat.

πŸ§ͺ b. Ibn Sina (Avicenna)

  • Karya terkenal: "Al-Qanun fi al-Tibb" (The Canon of Medicine).

  • Menjelaskan lebih dari 760 jenis obat, termasuk efek dan dosisnya.

  • Menekankan pentingnya eksperimen dan observasi klinis.

🌿 c. Al-Biruni

  • Menulis "Kitab al-Saydalah" (Buku Farmasi).

  • Mendeskripsikan obat-obatan, cara membuat, dan sifat-sifat farmakologinya.

πŸ”¬ d. Ibn al-Baitar

  • Ahli botani dan farmakolog Andalusia.

  • Menulis “Al-Jami' li-Mufradat al-Adwiya wa al-Aghdhiya”, berisi lebih dari 1.400 obat dari tanaman, hewan, dan mineral.


⚗️ 3. Inovasi dan Kontribusi

  • Teknik destilasi, kristalisasi, sublimasi, filtrasi, dan ekstraksi mulai dipakai dalam pembuatan obat.

  • Pembuatan sediaan seperti:

    • Pil (aqrāṣ)

    • Sirup (sharāb)

    • Salep (marham)

    • Bubuk (ghubar)

  • Standarisasi dan uji kualitas obat dilakukan secara ilmiah.


🌍 4. Dampaknya ke Dunia Barat

  • Ilmu farmasi Islam diterjemahkan ke dalam bahasa Latin dan menjadi rujukan utama di Eropa selama berabad-abad.

  • Apotek dan profesi apoteker di Eropa banyak meniru sistem dari dunia Islam.


πŸ“Œ Kesimpulan

Farmasi dalam Islam klasik bukan hanya praktik penyembuhan, tapi sudah menjadi ilmu pengetahuan sistematis, dengan dokumentasi, metode ilmiah, dan pengawasan kualitas. Warisan farmasi Islam menjadi landasan penting bagi farmasi modern

Tidak ada komentar:

Posting Komentar