Wikipedia

Hasil penelusuran

Sabtu, 25 April 2015

Jangan Minum Obat dengan Susu

Jangan minum obat dengan susu sebagian orang sudah sangat akrab dengan kata-kata itu  ketika akan meminum obat-obatan oral (tablet, kapsul, kaplet,sirup) Kenapa susu tidak boleh dicampur dengan obat ? Obat yang dikonsumsi secara oral akan lebih efektif efektif bagi seseorang jika dikonsumsi dengan cara pemakaian yang benar dan diserap dengan baik oleh tubuh. Obat oral harus diserap dari saluran pencernaan hingga masuk ke dalam aliran darah lalu dikirim ke jaringan sel yang sakit. 

Salah satu faktor yang mempengaruhi kemampuan tubuh dalam menyerap obat adalah kondisi keasaman lambung, ada atau tidak makanan didalamnya yang mengandung lemak akan lebih lama dalam proses penyerapan obat, dan zat kimia kalsium yang banyak terkandung dalam susu. Beberapa obat seperti keluarga antibiotik yang mengandung rumus kimia tetrasiklik dan minosiklik akan bereaksi dengan susu. Kalsium yang terdapat dalam susu akan mengikat obat tersebut sehingga membuatnya tidak larut dalam usus dan mencegah penyerapan obat tersebut ke dalam jaringan sel tubuh, Mengonsumsi susu setengah liter saja sudah bisa mengurangi efektivitas antibiotik hingga 80 persen. Kalsium juga bisa mengganggu penyerapan obat osteoporosis.  Sebaiknya hindari minum susu dalam waktu 2 jam sebelum minum obat. Karenanya menjadi hal yang sangat penting untuk mengikuti petunjuk penggunaan yang tertera pada botol atau bungkus obat, atau akan lebih baik lagi masyarakat selalu menanyakan kriteria obat yang dikonsumsinya pada Apoteker di apotek. 
Susu memang minuman yang kaya akan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh tetapi saat meminum obat sebaiknya tidak disertai minum susu dan Sebaiknya hindari minum susu dalam waktu 3 jam sebelum dan sesudah minum obat agar penyerapan obat ke dalam tubuh lebih maksimal sehingga meningkatkan efek kesembuhannya. Minum obat yang paling baik dengan air mineral (air putih/bening) yang tidak memiliki senyawa kimia yang dapat bereaksi dengan tubuh. sedikit tips sebelum minum obat dengan air putih/bening yaitu berdoa dulu di depan air tersebut karena dengan berdoa maka molekul kristal-kristal air akan berbentuk lebih baik sehingga membantu efek kesembuhannya..tidak percaya ?? silahkan dicoba... :)



Sumber : BPOM RI | FDA | everydayhealth

Selasa, 10 Maret 2015

Efek Samping Obat

Efek samping obat adalah efek dari obat yang tidak diinginkan. Ada beberapa efek samping yang ringan, seperti sakit kepala ringan, mulut kering, mengantuk dan Efek samping berat, misalnya kerusakan pada hati, ginjal bahkan merusak sel lain seperti pada efek samping obat-obat kanker. Ada beberapa efek samping yang bertahan hanya beberapa hari atau minggu, sementara yang lain dapat bertahan selama obat yang mengakibatkannya masih dipakai, atau bahkan setelah dihentikan. Ada efek samping yang muncul beberapa hari atau minggu setelah kita mulai penggunaan obat penyebab; ada yang baru menimbulkan masalah setelah obat dipakai berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun (efek pemakaian jangka panjang).

Dampak efek samping bisa separah penyakitnya itu sendiri misalnya antiradang yang memicu perdarahan lambung pada pasien yang mengidap penyakit maag kronis/akut. Tetapi ada juga efek samping yang dimanfaatkan pada terapi seperti efek mngantuk pada obat-obat’an anti histamin atau anti alergi yang biasanya terdapat pada obat flu,batuk untuk meringankan gejala-gejala flu atau untuk terapi tunggal alergi. Efek samping tidak dapat diremehkan begitu saja karena efek samping yang tertera pada brosur informasi setiap obat tidak semua orang akan mengalaminya, artinya ada beberapa orang dengan kondisi tubuh tertentu tidak mengalami efek samping yang sama dengan orang lain.
Beberapa obat yang memiliki efek samping cukup serius perlu mendapat perhatian khusus sehingga harus dikonsultasikan dengan dokter yang meresepkan serta apoteker jika dirasakan sudah sangat mengganggu. Dibawah ini adalah efek samping obat yang sering dilaporkan atau dirasakan pasien.
NSAID (Non-steroidal anti-inflammatory) memicu perdarahan lambung
Obat-obat anti inflamasi seperti asam mefenamat, NA diklofenak biasanya digunakan untuk demam, nyeri ringan. Jika anda memiliki masalah dengan pencernaan sebaiknya berkonsultasi dulu dengan dokter/Apoteker sebab obat-obat ini bisa memicu luka dan perdarahan di lambung jika diminum saat perut kosong. Penangannnya : minum obat-obat’an ini 5-10 menit setelah makan, makanan ini berfungsi untuk melapisi mukosa lambung agar produksi asam lambung yang meningkat tidak mengiritasinya.
Obat asma memicu sariawan
Steroid untuk asma yang diberikan dalam bentuk spray (semprotan) bisa memicu sariawan di mulut jika obat ini tidak semuanya masuk ke paru-paru, namun berbalik ketika baru mencapai tenggorokan. Risiko ini bisa diatasi dengan berkumur setelah penyemprotan, atau menggunakan alat khusus untuk memastikan arah semprotan sudah tepat menuju ke tenggorokan. Penanganannya : berkonsultasilah kepada dokter /Apoteker cara penggunaan sediaan spray sehingga obat dapat maksimal masuk ke dalam tubuh.
Obat kolesterol memicu nyeri otot
Beberapa orang yang memang menderita nyeri otot kronis, efek samping semacam ini mungkin tidak terlalu menjadi masalah karena sudah terbiasa. Namun bagi sebagian orang akan sangat mempengaruhi kualitas hidup dan mengurangi produktivitas saat bekerja. Sekitar 1 dari 20 pemakai obat kolesterol paling populer yakni statin mengalami efek samping berupa nyeri otot. Jika sekiranya kondisi ini mengganggu aktivitas, konsultasikan dengan dokter untuk menurunkan dosisnya atau menggantinya dengan obat lain.
Obat hipertensi memicu disfungsi ereksi
Obat-obat penurun tekanan darah diberikan untuk mencegah serangan jantung sehingga penderita hipertensi bisa hidup lebih lama. Namun beragam efek samping mulai dari pembengkakan sendi hingga tidak bisa ereksi kadang membuat si penderita merasa frustras. Efek samping obat hipertensi memang sangat beragam, beberapa di antaranya juga memicu pusing dan batuk-batuk. Mintalah dokter untuk menyesuaikan dosis dan kombinasi obat agar efek samping yang muncul bisa diminimalkan.
Obat jantung memicu sakit kepala ringan
Obat-obat anti angina bekerja dengan cara melebarkan pembuluh darah. Mekanisme ini ampuh untuk mencegah serangan jantung, namun efek sampingnya bisa menyebabkan nyeri hebat di kepala karena efek vasodilatasi obat. Jika dibandingkan dengan risiko kematian yang begitu tinggi pada serangan jantung maka obat ini masih diresepkan. Resiko lebih kecil daripada manfaat yang diperoleh
Antidepresan memicu orgasme
Jenis orgasme yang disebut orgasme spontan ini terjadi akibat efek samping beberapa obat antidepresan terutama golongan Serotonin Selective Reuptake Inhibitor (SSRI). Untungnya tidak semua orang mengalami efek samping seperti ini, hanya terjadi pada sebagian kecil


ARV (obat HIV) memicu Osteoporosis
Efek samping ini sering terjadi pada ODHA (Orang dengan HIV AIDS) Mineral tulang dapat hilang dan tulang menjadi rapuh. Pastikan konsumsi cukup zat kalsium dalam makanan dan suplemen.
Lalu Bagaimana Kita Menangani Efek Samping?
Ada beberapa langkah yang dapat kita lakukan untuk menyiapkan diri menghadapi efek samping.
  1. Tanyakan kepada dokter/apoteker efek samping yang dapat timbul. Tanyakan kapan sebaiknya lapor ke dokter bila efek samping bertahan terlalu lama, atau menjadi berat.
  2. Tanyakan bagaimana cara menghindari efek samping yang mungkin muncul atau saran-saran khusus saat minum obat tertentu.
  3. Kadang kala, dokter langsung menyediakan resep untuk obat yang dapat membantu jika efek samping menjadi berat.
Sebenarnya masih banyak efek samping yang perlu dibahas tetapi efek samping ini adalah yang paling banyak terjadi pada pasien yang meminumnya, tidak perlu takut dengan efek samping obat karena obat sudah melalui uji pra klinik dan klinik untuk menjamin keamanannya secara menyeluruh dan produsen obat memiliki prinsip jika manfaatnya lebih besar daripada efek sampingnya maka obat tersebut layak diminum oleh pasien.

Sumber : Medscape

Minggu, 25 Januari 2015

Cara Menggunakan Tablet, Cream & Suppositoria Ovula

Tema tulisan kali ini masih  sama yaitu cara penggunaan obat-obatan khusus. Intinya obat yang dimasukan melalui vagin* biasanya dalam bentuk tablet, cream atau suppositoria, ada yang menggunakan vaginal applikator (alat untuk memasukan obat kedalam vagin*) juga ada yang tidak menggunakan. Sedikit informasi tentang tablet ovula ini adalah suatu bentuk desain sediaan obat yang pemakaiannya melalui vagin*, berbentuk pipih, oval dengan salah satu ujungnya kecil. Tablet vagin* akan melebur didalam vagin* agar diserap oleh lapisan mukosa dinding vagin*. Jenis tablet ini dibuat untuk pengobatan anti jamur contohnya adalah anti jamur nystatin (fungicidin). Sekarang kita bahas bagaiman cara menggunakannya. Check This Out Bro,..
Catatan penting : obat ini hanya diberikan untuk wanita yang sudah menikah, sampaikan kepada dokter status anda apakah sudah menikah atau belum.
Pertama dan yang paling utama saat menggunakan obat-obatan adalah cuci tangan air mengalir dan sabun. Sediaan obat ini sama seperti kapsul suppositoria yang beberapa hari lalu kita bahas cara penggunaannya disini nih kalau belum baca klik  Cara Penggunaan Suppositoria.
cuci tangan

Kedua : Pastikan tablet/suppositoria Ovula masih berbentuk baik (tidak lembek) agar mudah saat dimasukan dengan aplikator atau tanpa aplikator. Cara agar tablet/suppositoria tetap dalam keadaan baik adalah menyimpannya di Lemari es bagian bawah freezer.

Ketiga : Gunakan obat ini pada waktu malam hari saat akan tidur, agar obat dapat diserap sempurna juga tidak keluar saat anda beraktivitas. farmatika
malam
Keempat : Bersihkan bagian luar vagin* menggunakan sabun (lebih baik menggunakan sabun bayi) keringkan setelahnya.
bersihkan vagina

Kelima : untuk cream vaginal, pasang aplikator pada tutup wadah/tube cream yang terbuka (lihat pada gambar). Tarik ujung aplikator untuk mengeluarkan cream obat sebanyak dosis yang diperlukan. Setelahnya lepaskan aplikator dari tube cream, bersihkan jika ada yang tersisa pada mulut tube lalu tutup kembali.
vaginal aplikator

Keenam : untuk tablet atau suppositoria, buka tablet dari pembungkus dengan cara seperti pada gambar lalu tempatkan pada ujung aplikator. Pastikan sisi tablet ovula yang ditaruh pada aplikator adalah sisi tumpul dari tablet ovula. (lihat gambar) cara membuka dan memasang tablet ovula
cara membuka kapsul ovula
cara membuka tablet ovula
aplikator vagina
cara memasang tablet ovula

Ketujuh : Masukan aplikator dengan posisi berdiri atau duduk dengan satu tangan menopang tubuh anda dan tangan lainnya memegang aplikator yang sudah dipasangi ovula. Kedua kaki ditekuk dengan posisi terbuka untuk memudahkan masuknya aplikator. (lihat pada gambar)
Cara menggunakan tablet, cream dan suppositoria vagina

Kedelapan : Masukkan ujung ovula dengan bantuan aplikator ke lubang vaginal. Setelah aplikator berada di dalam vaginal, tekan tuas pendorong pada aplikator untuk melepaskan ovula atau mengeluarkan cream ovula. Ukuran kedalamannya adalah batas panjang aplikator atau jika menggunakan jari maka sedalam ukuran jari telunjuk anda. (lihat gambar) diamkan (tidak beraktifitas setelah menggunakan obat) selama kurang lebih 10 menit agar obat dapat terserap sempurna.
Cara menggunakan tablet vagina
Cara menggunakan suppositoria vagina

Kesembilan : Jika aplikator dapat digunakan kembali maka cuci langsung menggunakan air mengalir dan keringkan. Jika aplikator hanya untuk pemakaian 1x sebaiknya langsung dibuang.
cara menggunakan cream vagina
Kesepuluh : cuci tangan anda kembali setelah selesai semua proses
cuci tangan

Jenis Aplikator Tablet, Cream Dan Suppositoria Vaginal
  1. Aplikator cream vaginal ukuran kecil
  2. Aplikator cream ovula ukuran besar
  3. Aplikator tablet ovula pipih
  4. Aplikator suppositoria ovula



Penting : Saat anda menggunakan obat anti jamur ovula
Lanjutkan pengobatan sesuai dengan yang diresepkan oleh dokter atau pada label obat, biasanya pengobatan ovula karena jamur memerlukan waktu sampai 14 hari berturut-turut walaupun saat anda menstruasi. Saat menggunakan obat ovula ini sebaiknya tidak menggunakan tampon karena dapat menyerap obat-obatan sehingga efektivitas obat menurun. Penggunaan tampon akan menyebabkab interaksi obat antara tampon dan obat ovula tapi jangan khawatir begini cara menghindari interaksi obat. Semoga bisa dimengerti  penjelasan Cara Menggunakan Tablet, Cream Dan Suppositoria Ovula. Konsultasikan permasalahan obat-obatan anda pada Apoteker di Apotek atau di Rumah Sakit 

Maaf gambar yang terpasang bertujuan ilmiah dan tidak ada unsur pornografi

Sumber : American Society of Health-System Pharmacists | Guide to Good Prescribing, World Health Organization, Action Programme on Essential Drugs, Geneva