Wikipedia

Hasil penelusuran

Senin, 24 Juni 2013

Batuk

Batuk adalah refleks fisiologis sebagai mekanisme pertahanan tubuh untuk mengeluarkan benda asing dari saluran pernafasan. Batuk tidak merupakan suatu penyakit, melainkan gejala  gangguan di saluran pernafasan. Namun bila batuk itu berlebihan, akan sangat mengganggu aktivitas. Refleks batuk dapat ditimbulkan oleh berbagai sebab, diantaranya yaitu :
  1. Adanya infeksi bakteri atau virus, misalnya tuberkulosa, influenza
  2. Adanya factor alergi, seperti debu, hawa dingin, asap rokok.
  3. Asma
  4. Peradangan pada jaringan paru dan tumor.
  5. Efek samping obat, seperti obat anti hipertensi captopril.
  6. Adanya rangsangan kimiawi (gas, bau).
Mekanisme Batuk

Mekanisme terjadinya batuk dibagi menjadi 3 fase yaitu :
  1. Fase Inspirasi : paru-paru memasukkan udara kurang lebih 2,5 liter, oesofagus dan pita suara menutup sehingga udara terjerat dalam paru-paru ( Terjadi inspirasi dalam meningkatkan volume gas yang terinhalasi , semakin dalam inspirasi semakin banyak gas yang terhirup, terengang otot-otot napas dan semakin meningkat tekanan positif intratorakal )
  2. Fase Kompresi : otot perut berkontraksi sehingga diafragma akan naik dan menekan paru-paru, intercosta internus juga ikut berkontraksi sehingga menyebabkan peningkatan tekanan pada paru-paru sampe 100mm/hg ( Penutupan glotis setelah udara terhirup pada fase inspirasi kira-kira berlangsung selama 0.2 detik dengan tujuan untuk mempertahankan volume paru saat tekanan intratorakal besar serta terjadi pemendekan otot ekspirasi akibat kontraksi otot ekspirasi, sehingga  meningkatkan tekanan intratorakal dan juga intra abdomen. ).
  3. Fase Ekspirasi (eksplusif) : oesofagus dan pita suara terbuka secara spontan dan udara meledak keluar dari paru-paru. Udara yang keluar akan menggetarkan jaringan saluran nafas sehingga menimbulkan suara batuk. Saat udara keluar dari paru-paru dengan kecepatan yang relative tinggi, udara dapat melalui celah-celah bronkus dan trakhea.  ( Glotis dibuka, sehingga ada tekanan intratorakal dan intra abdomen yang tinggi maka terjadilah proses ekspirasi yang cepat dan singkat disebut juga ekspulsif ) Hal ini dapat membantu saluran pernafasan untuk membersihkan atau mengeluarkan kotoran benda-benda asing seperti mukus dll. 
  4. Fase Relaksasi : terjadi relaksasi dari otot-otot respiratorik yang dapat terjadi singkat ataupun lama tergantung rangsangan pada reseptor batuk berikutnya. 
Dari mekanisme terjadinya batuk di atas, dapat disimpulkan bahwa batuk bukanlah suatu penyakit, melainkan  suatu reaksi fisiologis tubuh untuk membersihkan saluran pernafasan dari benda-benda asing.

Jenis Batuk

  • Berdasarkan Produktivitasnya
  1. Batuk berdahak (batuk produktif) : ditandai dengan adanya dahak pada tenggorokan. Batuk berdahak dapat terjadi karena adanya infeksi pada saluran nafas, seperti influenza, bronchitis, radang paru, dan sebagainya. Selain itu batuk berdahak terjadi karena saluran nafas peka terhadap paparan debu, polusi udara, asap rokok, lembab yang berlebihan dan sebagainya.
  2. Batuk kering (batuk non produktif) : ditandai dengan tidak adanya sekresi dahak dalam saluran nafas, suaranya nyaring dan menyebabkan timbulnya rasa sakit pada tenggorokan. Batuk kering dapat disebabkan karena adanya infeksi virus pada saluran nafas, adanya faktor-faktor alergi (seperti debu, asap rokok dan perubahan suhu) dan efek samping dari obat (misalnya penggunaan obat antihipertensi kaptopril).
  • Berdasarkan Waktu Berlangsungnya
  1. Batuk Akut : batuk yang gejala terjadinya kurang dari 3 minggu. Penyebab batuk ini umumnya adalah iritasi, adanya penyempitan saluran nafas akut dan adanya infeksi virus atau bakteri.
  2. Batuk Subakut : batuk yang gejala terjadinya antara 3 – 8 minggu. Batuk ini biasanya disebabkan karena adanya infeksi akut saluran pernafasan oleh virus yang mengakibatkan adanya kerusakan epitel pada saluran nafas.
  3. Batuk Kronis : batuk yang gejala batuk yang terjadi lebih dari 8 minggu. Batuk ini biasanya menjadi pertanda atau gejala adanya penyakit lain yang lebih berat seperti asma, tuberculosis, bronchitis dan sebagainya.

Refleks Batuk
 
Refleks batuk terdiri dari 5 komponen utama; yaitu reseptor batuk, serabut saraf aferen, pusat batuk, susunan saraf  eferen dan efektor. Batuk bermula dari suatu rangsang pada reseptor batuk. Reseptor ini berupa serabut saraf non mielin halus yang terletak baik di dalam maupun di luar rongga toraks. Terletak di dalam rongga toraks antara lain terdapat di laring, trakea, bronkus dan di pleura. Jumlah reseptor akan semakin berkurang pada cabang-cabang bronkus yang kecil, dan sejumlah besar reseptor didapat di laring, trakea, karina dan daerah percabangan bronkus. Reseptor bahkan juga ditemui di saluran telinga, lambung, hilus, sinus paranasalis, perikardial dan diafragma.

Serabut aferen terpenting ada pada cabang nervus vagus, yang mengalirkan rangsang dari laring, trakea, bronkus, pleura, lambung dan juga rangsang dari telinga melalui cabang Arnold dari n. Vagus. Nervus trigeminus menyalurkan rangsang dari sinus paranasalis, nervus glosofaringeus menyalurkan rangsang dari faring dan nervus frenikus menyalurkan rangsang dari perikardium dan diafragma.

Tabel 1. Komponen refleks batuk
Reseptor
Aferen Pusat batuk Eferen Efektor
LaringTrakea
Bronkus
Telinga
Pleura
Lambung
Hidung
Sinus paranasalis
Faring
Perikardium
Diafragma
Cabang nervus vagusNervus trigeminus
Nervus glosofaringwus
Nervus frenikus
Tersebar merata di medula oblongata dekat pusat pernafasan, di bawah kontrol pusat yang lebih tinggi
Nervus vagusNervus frenikus intercostal dan lumbaris
Saraf-saraf trigeminus, fasialis, hipoglosus, dan lain-lain
Laring. Trakea dan bronkusDiafragma, otot-otot intercostal, abdominal, dan otot lumbal
Otot-otot saluran nafas atas, dan otot-otot bantu nafas
Serabut aferen membawa rangsang ini ke pusat batuk yang terletak di medula oblongata, di dekat pusat pemapasan dan pusat muntah. Kemudian dari sini oleh serabut-serabut eferen n. Vagus, n. Frenikus, n. Interkostal dan lumbar, n. Trigeminus, n. Fasialis, n. Hipoglosus dan lain-lain menuju ke efektor. Efektor ini terdiri dari otot-otot laring, trakea, brrmkus, diafragma, otot-otot interkostal dan lain-lain. Di daerah efektor inilah mekanisme batuk kemudian terjadi.
Reflek batuk muncul karena adanya mekanisme yang berurutan dari komponen reflek batuk, adapun komponen reflek batuk adalah reseptor, saraf aferen, pusat batuk, saraf eferan dan efektor. Reseptor batuk tersebar di larings, trakea, bronkus, telinga, lambung, hidung, sinus paranasal, faring dan perikardium serta diafragma. Saraf yang berperan sebagai aferen yaitu n.vagus, trigeminus dan frenikus. Pusat batuk tersebar merata di medula dekat dengan pusat pernafasan. Saraf eferan yaitu n.vagus, frenikus, interkostal, lumbalis, trigeminus, fasial, hipoglosus, Sedangkan yang bertindak sebagai efektor adalah otot laring, trakea, bronkus, diafragma, interkostal dan abdominal.
Adanya rangsangan pada reseptor batuk (eksogen dan endogen) akan diteruskan oleh saraf aferen ke pusat batuk di medula. Dari pusat batuk, impuls akan diteruskan oleh saraf eferen ke efektor yaitu beberapa otot yang berperan dalam proses respiratorik.

Tips Untuk Mencegah dan Meredakan Batuk
 
  • Gunakan permen-permen pelega tenggorokan untuk meredakan batuk kering dan gatal.
  • Minum banyak air putih guna mengencerkan dahak, sehingga dapat dikeluarkan.
  • Disarankan tidak merokok atau dekat-dekat dengan perokok.
  • Mandi uap dapat membantu melegakan batuk kering, karena uap tersebut akan meningkatkan kelembaban udara di saluran pernapasan. Hiruplah uap dari air panas kucuran shower atau panci berisi air mendidih. Kelembaban udara panas akan melegakan pernapasan dan mengurangi peradangan sinus, dan iritasi di tenggorokan serta paru-paru. Beberapa tetes minyak kayu putih akan membantu proses tersebut
  • Bila sumber batuk oleh alergi udara, maka masuklah ke dalam rumah, tutup pintu dan jendela. Gunakan air con-ditioner (AC) bila memungkinkan, jangan gunakan kipas yang menarik udara luar masuk ke dalam. Mandi dan gantilah pakaian setelah dari luar.
  • Jika batuk berasal dari alergi lainnya, usahakan jauhkan sumber alergi.
  • Minumlah teh panas, jahe panas dan madu yang memiliki khasiat mengurangi dan menekan batuk, memecah dahak, membuka dan melonggarkan jalan udara di tenggorokan serta melegakan hidung. Madu merupakan antibiotik tinggi menurut penelitian, madu mengurangi reaksi batuk dan efektif menekan batuk di malam hari.
  • Berhentilah makan gorengan, kripik, dan permen. Hal ini membantu mengurangi rasa gatal di tenggorokan terutama penderita batuk kering. Sebagai gantinya, pilih permen berasa pedas, sebab efektif melembutkan tenggorokan.
  • Gunakan syal menutup leher dan tempatkan botol berisi air mendidih berbalut kain di leher ( Cara tradisional Jawa  membantu melegakan tenggorokan ).
  • Naikkan posisi kepala Anda saat tidur sebab membuat sinus dan dan jalan hidung mengering lebih baik, dan tidak memicu perasaan “gatal” di tenggorokan.
  • Jangan memilih obat batuk yang menghentikan expectorant karena tidak menghentikan masalah sebenarnya. Penderita batuk berdahak dengan mucus, tentu ingin mengeluarkan dahak dari jalur pernapasan, tidak untuk ditekan dan dihentikan. Cobalah beberapa resep pengeluaran expectorant alami, seperti memakan cabai pedas segar, paprika, atau makanan pedas lain yangakan membantu mengeluarkan dahak.
  • Bersihkan hidung untuk mengeluarkan cairan hidung
  • Bila batuk menetap lebih dari 3 (tiga) hari atau ada gejala lain dalam dahak, maka segeralah periksa ke dokter untuk mengetahui secara pasti dan mendapat penanganan lebih lanjut. Dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan rontgen paru, dahak, meneropong (fiberoptic bronchoscopy), atau CT-Scan (high resolution computed to-mography).

Sabtu, 15 Juni 2013

Alergi

Alergi merupakan suatu reaksi menyimpang dari mekanisme pertahanan tubuh terhadap zat/bahan yang secara normal tidak berbahaya bagi tubuh, dan melibatkan sistem kekebalan tubuh terutama antibodi imunoglobulin E (IgE).
Untuk mengetahui kemungkinan adanya reaksi alergi di dalam tubuh seseorang dapat dilakukan dengan pemeriksaan kadar IgE di dalam darah. Seseorang dengan kadar IgE yang berada pada ambang batas tinggi akan memiliki kecenderungan mudah mengalami reaksi alergi. Alergi terjadi karena pengaruh faktor genetik, lingkungan, dan gaya hidup tidak sehat. Para ahli menyebut alergi sebagai gangguan imunitas tubuh akibat kelainan genetika.

Gejalanya Alergi :
  • Mata merah, bengkak, dan berair
  • Hidung mengeluarkan banyak lendir dan bersin saluran napas berlendir, batuk, sesak napas, napas berbunyi (seperti asma)
  • Lambung / usus halus menjadi lebih aktif, sehingga menyebabkan diare dan gangguan pencernaan lainnya
  • Persendian terasa sakit, kemerahan, dan bengkak
  • Kulit menjadi berbercak merah / timbul biduran disertai dengan rasa gatal

Diagnosisnya :
Diperlukan pemeriksaan alergi untuk menentukan alergen (faktor lingkungan yang berperan memicu reaksi alergi) penyebab, antara lain:
  • Anamnese atau wawancara dengan pasien
  • Tes Tusuk Kulit / Skin Prick / Puncture Testing, dilakukan dengan meletakkan setetes ekstrak / bahan-bahan alami alergen di permukaan kulit
  • Tes Kulit / Intracutaneous Test
  • Tes Tempel / Patch Test, dilakukan dengan meletakkan bahan-bahan kimia dalam suatu tempat khusus, seperti plester, lalu menempelkannya pada kulit punggung
  • RAST / Radioallergosorbent Test, merupakan pemeriksaan darah yang akurat untuk mengukur kadar IgE spesifik dalam darah

Pengobatan Alergi :
  • Antihistamin, adalah obat yang umum digunakan untuk mengatasi berbagai alergi rinitis, bekerja menghambat kerja histamin.
  • Kortikosteroid, obat jenis steroid yang dikenal sebagai antiradang kuat, umumnya untuk mengatasi gejala alergi yang parah.
  • Kromalin, obat jenis non-steroid yang digunakan untuk mengobati alergi rinitis musiman atau kronis.
  • Adrenalin, digunakan untuk mengatasi shock anafilaktik, reaksi alergi terparah yang menyebabkan pelebaran pembuluh darah dan pengerutan saluran pernapasan dalam paru-paru, sehingga menimbulkan mengi yang parah, turunnya tekanan darah, pingsan, bahkan dapat menyebabkan kematian.

Pencegahan Alergi :
  • Penghindaran
  • Cara hidup yang baik
  • Pemakaian obat-obatan

Dampak yang ditimbulkan oleh Alergi :
  • Reaksi asma (batuk, mengi, sesak napas)
  • Bersin, pilek, hidung mampet
  • Gatal-gatal
Alergi
Apa itu alergi ?
Alergi merupakan suatu reaksi menyimpang dari mekanisme pertahanan tubuh terhadap zat/bahan yang secara normal tidak berbahaya bagi tubuh, dan melibatkan sistem kekebalan tubuh terutama antibodi imunoglobulin E (IgE). Untuk mengetahui kemungkinan adanya reaksi alergi di dalam tubuh seseorang dapat dilakukan dengan pemeriksaan kadar IgE di dalam darah. Seseorang dengan kadar IgE yang berada pada ambang batas tinggi akan memiliki kecenderungan mudah mengalami reaksi alergi.

Apa yang menyebabkan terjadinya Alergi?
Alergi terjadi karena pengaruh faktor genetik, lingkungan, dan gaya hidup tidak sehat. Para ahli menyebut alergi sebagai gangguan imunitas tubuh akibat kelainan genetika.

Gejala alergi yang dapat muncul
  • Mata merah, bengkak, dan berair
  • Hidung mengeluarkan banyak lendir dan bersin saluran napas berlendir, batuk, sesak napas, napas berbunyi (seperti asma)
  • Lambung / usus halus menjadi lebih aktif, sehingga menyebabkan diare dan gangguan pencernaan lainnya
  • Persendian terasa sakit, kemerahan, dan bengkak
  • Kulit menjadi berbecak merah / timbul biduran disertai dengan rasa gatal

Bagaimana mendiagnosanya ?
Diperlukan pemeriksaan alergi untuk menentukan alergen (faktor lingkungan yang berperan memicu reaksi alergi) penyebab, antara lain:
  • Anamnese atau wawancara dengan pasien

  • Tes Tusuk Kulit / Skin Prick / Puncture Testing
dilakukan dengan meletakkan setetes ekstrak / bahan-bahan alami alergen di permukaan kulit

  • Tes Kulit / Intracutaneous Test

  • Tes Tempel / Patch Test
dilakukan dengan meletakkan bahan-bahan kimia dalam suatu tempat khusus, seperti plester, lalu menempelkannya pada kulit punggung

  • RAST / Radioallergosorbent Test
merupakan pemeriksaan darah yang akurat untuk mengukur kadar IgE spesifik dalam darah

Beberapa obat yang dapat mengatasi alergi
  • Antihistamin
adalah obat yang umum digunakan untuk mengatasi berbagai alergi rinitis, bekerja menghambat kerja histamin.

  • Kortikosteroid
obat jenis steroid yang dikenal sebagai antiradang kuat, umumnya untuk mengatasi gejala alergi yang parah.

  • Kromalin
obat jenis non-steroid yang digunakan untuk mengobati alergi rinitis musiman atau kronis.

  • Adrenalin
digunakan untuk mengatasi shock anafilaktik, reaksi alergi terparah yang menyebabkan pelebaran pembuluh darah dan pengerutan saluran pernapasan dalam paru-paru, sehingga menimbulkan mengi yang parah, turunnya tekanan darah, pingsan, bahkan dapat menyebabkan kematian.


3 hal utama dalam tindakan pencegahan:
  • Penghindaran
  • Cara hidup yang baik
  • Pemakaian obat-obatan

Pemeriksaan alergi secara dini sangat diperlukan sebagai kunci pencegahan atau pun pengobatan agar alergi tidak berkembang.











Rabu, 12 Juni 2013

Asam Urat

Asam Urat saat ini telah menjadi sebuah penyakit yang sering kali di alami oleh orang-orang yang berusia 30 tahun keatas, pada kesempatan ini saya mencoba menjelaskan 4 hal seputar obat asam urat, penyebab, gejala serta pantangan penderita asam urat yang diharapkan dapat memberikan banyak manfaat kepada para penderita maupun anda yang ingin mencegahnya
Obat Asam Urat

Berikut ini gejala asam urat:
  • Sendi terasa nyeri, ngilu, linu, kesemutan dan bahkan sampai membengkak dan berwarna kemerahan (meradang)
  • Pada persendian terasa nyeri saat pagi hari (baru bangun tidur) atau malam hari.
  • Terasa nyeri pada sendi terjadi berulang-ulang kali.
  • Umumnya pada sendi jari kaki, jari tangan, dengkul, tumit, pergelangan tangan serta siku.
  • Pada kodisi kronis, persendian terasa sangat sakit saat akan bergerak.
Untuk mengetahui secara akurat, penderita sebaiknya segera melakukan pemeriksaan di laboratorium. Untuk kadar asam urat normal pada pria berkisar 3,5 hingga 7 mg/dl dan pada wanita 2,6 – 6 mg/dl.

Umumnya penderita asam urat juga mempunyai penyakit lainnya seperti hipertensi (tekanan darah tinggi), diabetes atau juga penyakit ginjal. Namun faktor kegemukan (obesitas) juga sering kali dijumpai pada penderita asam urat. Apabila penyakit asam urat tidak segera di obati maka bisa berkembang menjadi penyakit batu ginjal dan akhirnya bisa mengakibatkan gagal ginjal penderita asam urat tersebut.

Adapun penyebab penyakit asam urat:
  • Konsumsi zat-zat yang banyak mengandung purin secara berlebihan.
  • Zat purin dalam jumlah banyak masuk dalam tubuh, kemudian melalui metabolisme berubah menjadi asam urat.
  • Terjadinya peningkatan Kadar asam urat dalam tubuh, sehingga ginjal kita tidak mampu untuk membuang kelebihan asam urat.
  • Banyaknya kristal asam urat yang berlebih menumpuk di persendian.
  • Akibatnya sendi kita terasa nyeri, membengkak, meradang, panas dan kaku.
Pada kondisi kronis, penderita asam urat mengalami kelumpuhan karena pada persendian terasa sangat sakit sekali jika bergerak. Tulang sekitar sendi  keropos dan mengalami pengapuran tulang.

Pantangan bagi penderita asam urat:
  • Jeroan: ginjal, limpa, babat, usus, hati, paru dan otak.
  • Seafood: udang, cumi-cumi, sotong, kerang, remis, tiram, kepiting, ikan teri, ikan sarden.
  • Ekstrak daging seperti abon dan dendeng.
  • Makanan yang sudah dikalengkan (contoh: kornet sapi, sarden).
  • Daging kambing, daging sapi, daging kuda.
  • Bebek, angsa dan kalkun.
  • Kacang-kacangan: kacang kedelai (termasuk tempe, tauco, oncom, susu kedelai), kacang tanah, kacang hijau, tauge, melinjo, emping.
  • Sayuran: kembang kol, bayam, asparagus, buncis, jamur kuping, daun singkong, daun pepaya, kangkung.
  • Keju, telur, krim, es krim, kaldu atau kuah daging yang kental.
  • Buah-buahan tertentu seperti durian, nanas dan air kelapa.
  • Makanan yang digoreng atau bersantan atau dimasak dengan menggunakan margarin/mentega.
  • Makanan kaya protein dan lemak.
Selain beberapa pantangan di atas, penderita penyakit asam urat juga harus selalu banyak minum air putih terutama bagi mereka yang mempunyai penyakit batu ginjal. Dengan banyak minum air putih dapat membantu ginjal untuk mengeluarkan kristal asam urat dari dalam tubuh melalui urine.

Saran kesehatan untuk penderita asam urat:
  • Konsumsi makanan mengandung potasium tinggi seperti kentang, yogurt, dan pisang
  • Konsumsi buah yang  mengandung vitamin C, seperti jeruk, pepaya dan strawberry
  • Contoh buah dan sayuran untuk mengobati penyakit asam urat: buah naga, belimbing wuluh, jahe, labu kuning, sawi hijau, sawi putih, serai dan tomat
  • Perbanyak konsumsi karbohidrat kompleks seperti nasi, singkong, roti dan ubi
  • Kurangi konsumsi karbohidrat sederhana jenis fruktosa seperti gula, permen, arum manis, gulali dan sirup
  • Jangan minum aspirin
  • Jangan bekerja terlalu keras / kelelahan
  • Pada orang yang kegemukan (obesitas), biasanya kadar asam urat cepat naik namun pengeluaran sedikit, maka sebaiknya turunkan berat badan dengan olahraga yang cukup
  • Sesuaikan asupan energi dengan kebutuhan tubuh, berdasarkan tinggi dan berat badan.


4 Jenis obat asam urat menggunakan ramuan tradisional :
  • Sidaguri (Sida rhombifolia)
Dikenal dengan nama daerah guri, siliguri, kahindu, sadagori, otok-otok atau bitumu. Kandungan kimia yang sudah diketahui adalah alkaloid, kalsium oksalat, tannin, saponin, fenol, asam amino, minyak atsiri, zat phlegmatic untuk ekspektoran, dan lubrikan. Akarnya mengandung alkaloid, steroid dan aphredine. Sidaguri memiliki rasa manis, sedikit panas dan sejuk. Dalam pengobatan, sidaguri digunakan sebagai antiradang, peluruh kencing dan penghilang rasa sakit. Bagian tanaman yang digunakan adalah akarnya.

Cara Meramu Sidaguri menjadi Obat Asam Urat:
Rebus 15-30 gram herba kering atau 30–60 gram herba basah sidaguri dengan 3 gelas air sampai tersisa setengahnya, minum 3 kali sehari masing-masing ½ gelas. Jika menggunakan akar, dosisnya 10– 15 gram.

  • Sambiloto (Adrographis panniculata)
 Aslinya merupakan tanaman dari India . Di beberapa daerah sambiloto dikenal juga dengan nama papaitan, ki peurat, bidara, kayu mas, lang, ki pait, sampiroto, atau ki oray. Sambiloto mengandung beberapa senyawa flavanoid, alkane, keton, aldehid dan juga beberapa mineral seperti kalsium, kalium dan natrium. Rasanya pahit, namun tanaman ini dikenal sebagai antiradang, penghilang nyeri atau analgetik, dan juga penawar racun. Bagian tanaman yang digunakan adalah seluruh tanaman.

Cara Meramu Sambiloto menjadi Obat Asam Urat:
Cuci bersih dan rebus sambiloto kering 10 gram, rimpang temulawak kering 10 gram, komfrey 5 – 10 gram, dan buah lada 1 gram dengan 5 gelas air hingga tersisa 3 gelas, diminum 3 kali satu gelas setiap hari, 1 jam sebelum makan atau 2 jam setelah makan.

  • Kumis kucing (Orthosiphon aristatus)
Juga telah lama dikenal sebagai diuretik yang berkhasiat sebagai penghancur batu saluran kencing. Rasanya manis sedikit pahit, dulunya banyak tumbuh di selokan dan anak sungai, namun sekarang tak sedikit orang yang gemar menanamnya di pekarangan rumah. Garam kalium dalam tanaman ini memang berkhasiat melarutkan batu ginjal, karenanya banyak digunakan sebagai obat penghancur batu. Kandungan sinsetin-nya bersifat sebagai antibakteri, dan tanaman ini juga mengandung senyawa orthosiphonin glikosida. Sifat diuretik tanaman ini berguna untuk membantu tubuh membuang kelebihan asam urat lewat urin.

Cara Meramu Kumis Kucing menjadi Obat Asam Urat:
Cuci bersih 10 gram daun kumis kucing kering atau 20 gram basah, 10 gram meniran kering atau 20 gram basah, 10 gram sawi tanah kering atau 20 gram basah, 15 gram jahe merah kering atau 30 gram basah, dan 10 gram kapulaga kering. Memarkan jahe merah dan gabung dengan bahan yang lain, rebus dalam satu liter air hingga tersisa setengahnya. Minum pagi, siang dan sore hari, masing-masing ¾ gelas (150 ml) atau minum dua kali sehari masing-masing 200 ml.

  • Daun Salam (Eugenia polyanta)
Dikenal masyarakat Indonesia sebagai bumbu masak karena memiliki keharuman yang khas yang bisa menambah kelezatan masakan nusantara. Daun salam rasanya kelat dan bersifat astringent. Senyawa-senyawa seperti minyak atsiri, tannin dan flavonoid banyak terdapat dalam daunnya. Untuk pengobatan memang daunnya lah yang paling banyak digunakan, tetapi akar, kulit dan buahnya pun berkhasiat sebagai obat.

Cara Meramu Daun salam menjadi Obat Asam Urat:
Rebus 10–15 lembar daun salam segar ataupun kering dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas, minum 2 kali sehari masing-masing 1/2 gelas.
Semoga beberapa penjelasan diatas dapat bermanfaat untuk dapat mencegah dan mengetahui lebih jelas tentang asam urat, baik dari penyebab, pantangan, gejala dan obat asam urat yang mudah di dapatkan di sekitar lingkungan kita seperti salah satunya adalah buah manggis yang di ambil kulitnya.