Wikipedia

Hasil penelusuran

Kamis, 14 November 2013

Makanan Untuk Mengatasi 7 Masalah Kesehatan

Makanan sehat adalah salah satu obat terbaik di bumi ini. Selain itu, makanan sehat dapat mengatur setiap fungsi biologis tubuh anda. Ada berbagai masalah kesehatan yang bisa diatasi dengan mengonsumsi makanan-makanan sehat tertentu.

1. Permasalahan : Kembung

Solusi: Konsumsi buah dan sayuran berair
Ketika anda merasa kembung, anda mungkin tidak berselera untuk mengonsumsi makanan berair. Namun menurut Elizabeth Somer, RD, penulis buku “Food & Mood”, mengonsumsi makanan seperti melon, mentimun, dan seledri adalah cara terbaik untuk membersihkan sistem pencernaan anda. Kembung bisa disebabkan akibat kebanyakan mengonsumsi natrium yang bisa menahan air untuk mengencerkan darah. Makan makanan yang mengandung banyak air dapat membantu proses pengenceran, sehingga tubuh dapat mengeluarkan kelebihan natrium dan air.

Konsumsi juga buah pepaya
Kembung juga bisa menjadi tanda bahwa usus anda terganggu. “Jika anda tidak teratur membuang gas (kentut), maka pepaya bisa membantu mengatasi permasalahan ini”, ujar Dharma Singh Khalsa, MD, penulis buku ‘Food as Medicine’. Makan secangkir buah pepaya beberapa kali dalam seminggu bisa membantu meremajakan sistem pencernaan anda. Hal ini berkat enzim papain pada pepaya, yang berperan dalam memecah protein. Serat juga dapat membantu mendorong makanan melalui usus dan menyehatkan sistem pencernaan.

2. Permasalahan : Suasana hati naik-turun

Solusi : Sarapan pagi
Orang yang selalu menyempatkan sarapan pagi diketahui memiliki suasana hati dan berproduktivitas lebih baik di tempat kerjanya. Para peneliti Inggris menemukan bahwa orang yang melewatkan sarapan pagi cenderung memiliki daya ingat yang kurang baik dan mudah lelah. Sarapan yang optimal adalah dengan mengonsumsi gandum (untuk memasok glukosa ke otak) dan makanan berprotein (untuk memberikan efek kenyang dan menjaga kadar gula darah agar tetap stabil). Jangan lupa melibatkan juga buah dan sayuran.
Konsumsi makanan yang mengandung selenium
Mineral selenium yang terkandung dalam tuna, telur, kalkun dan kacang Brazil dapat membantu kondisi tubuh tetap stabil. Wanita yang tidak cukup mendapatkan asupan selenium lebih rentan mengalami depresi. Hal ini dikarenakan selenium sangat penting untuk memproduksi hormon tiroid, hormon yang mengatur metabolisme dan suasana hati. Tidak perlu banyak mengonsumsinya, makan 3 ons tuna kaleng sudah dinilai cukup.

3. Permasalahan : Jerawat

Solusi : Makan bawang
Anda berjerawat? Antioksidan dalam bawang dan sayuran yang kaya belerang lainnya bermanfaat dalam mengatasi peradangan pada jerawat, kata Valori Treloar, MD, seorang dokter kulit di Newton, Massachusetts, Amerika Serikat. Sulfur dalam bawang dan daun bawang dapat membantu menghasilkan molekul detoksifikasi yang disebut glutathion, di mana penelitian pada tahun 2011 menemukan bahwa kurangnya glutathion banyak dijumpai pada kulit orang-orang yang rentan terhadap jerawat. Antioksidan ini bisa bekerja sangat ampuh bila bawang dimakan mentah atau dimasak sebentar. Vitamin B6, B12, dan folat juga diketahui dapat meningkatkan kadar glutathion.

 4. Permasalahan : Jetlag

Solusi: Jangan ngemil di pesawat
Salah satu rahasia mengejutkan dalam menghindari sakit kepala, lekas marah, dan sakit perut akibat jetlag adalah dengan ‘berpuasa’ selama beberapa jam sebelum tiba di tempat tujuan Anda. Hal ini karena ketika anda makan selama perjalanan di pesawat akan mempengaruhi ritme sirkadian anda. Misalnya anda sedang keluar negeri, menuju negara yang jauh jaraknya dari Indonesia. Di pesawat, sebisa mungkin untuk tidak makan, namun perbanyak minum air. Sesuaikan jam anda dengan waktu negara yang anda tuju dan kemudian makanlah makanan yang tinggi protein pada pukul 7 pagi, di manapun anda berada selama perjalanan. Puasa akan menguras energi tubuh, sehingga ketika anda makan makanan tinggi protein keesokan paginya, tubuh anda akan terasa segar dan lebih berenergi.

5. Permasalahan : Susah tidur dan gelisah

Solusi : Ngemil makanan berkarbohidrat kompleks
Makan malam mendekati waktu tidur memang sebaiknya dihindari agar mencegah terjadinya obesitas. Namun menerapkan aturan ini dengan ketat bisa membuat susah tidur. Perut yang keroncongan akan membuat anda gelisah dan susah tidur. Solusi terbaik adalah dengan mengemil camilan sehat yang mengandung karbohidrat kompleks 30-60 menit sebelum tidur. Pilihan terbaik adalah gandum utuh, keju, kerupuk gandum, kacang almond, dan pisang.

Alternatif : Buah Ceri
Apabila pilihan diatas tidak anda sukai, anda bisa mengonsumsi buah ceri, baik itu dimakan langsung atau dibuat menjadi jus. Ceri memiliki sifat anti-inflamasi yang dapat membantu memproduksi sitokin, sejenis molekul sistem kekebalan tubuh yang dapat membantu tidur. Selain itu, ceri juga mengandung melatonin, sebuah hormon yang memberi sinyal pada tubuh untuk segera tidur.

6. Permasalahan : Sindrom Prahaid (PMS, premenstrual syndrome)

Solusi : Makan makanan yang mengandung zat besi
Wanita akan lebih rentan mengalami gejala-gejala pramenstruasi jika kekurangan zat besi, menurut sebuah penelitian terbaru. Untuk menghindari gejala emosi, psikologis, fisik yang berhubungan dengan siklus menstruasi, konsumsilah sereal yang diperkaya zat besi. Anda juga bisa mengonsumsi 4 miligram kacang putih dan 3 miligram tumis bayam segar.

7. Permasalahan : Kulit terlalu sensitif terhadap matahari

Solusi : Makan makanan yang mengandung karotenoid
Sensitivitas kulit terhadap matahari juga bisa dipengaruhi oleh makanan yang anda makan. Mikronutrien yang bernama karotenoid, yang banyak ditemukan dalam buah dan sayuran, dapat melindungi kulit terhadap sengatan matahari. Menurut Wilhelm Stahl, PhD, seorang profesor biokimia di Heinrich Heine University di Düsseldorf, Jerman, asupan karotenoid yang cukup di dalam tubuh anda dapat menyerap sinar UV dan mencegah kerusakan kulit.
Karotenoid yang paling ampuh adalah beta-karoten, banyak ditemukan di dalam wortel, endive(andewi), dan bayam. Karotenoid lainnya adalah likopen, yang banyak ditemukan dalam semangka dan tomat. Perlu diingat bahwa efeknya tidak seketika. Anda perlu mengonsumsi makanan kaya karotenoid setidaknya selama 10-12 minggu untuk mendapatkan manfaat penuh. Namun kesabaran anda akan dibayar lunas dengan sehatnya kulit yang kebal terhadap kerusakan akibat sinar matahari dan keriput.



Selasa, 10 September 2013

Osteoarthritis

Definisi

Osteoarthritis adalah tipe dari arthritis yang disebabkan oleh kerusakan atau penguraian dan akhirnya kehilangan tulang muda (cartilage) dari satu atau lebih sendi-sendi. Cartilage adalah senyawa protein yang melayani sebagai "bantal" antara tulang-tulang dari sendi-sendi. Osteoarthritis juga dikenal sebagai degenerative arthritis. Dari 100 tipe yang berbeda dari kondisi-kondisi arthritis, osteoarthritis adalah yang paling umum, mempengaruhi lebih dari 20 juta orang-orang di Amerika. Osteoarthritis terjadi  ketika kita menua. Sebelum umur 45 tahun, osteoarthritis terjadi lebih sering pada pria-pria. Setelah umur 55 tahun, ia terjadi lebih sering pada wanita-wanita. Di Amerika, semua ras nampaknya sama dipengaruhi. Kejadian yang lebih tinggi dari osteoarthritis ada pada populasi Jepang, sementara orang-orang hitam Afrika Selatan, East Indians, dan China Selatan mempunyai angka-angka yang lebih rendah.
Osteoarthritis umumnya mempengaruhi tangan-tangan, kaki-kaki, tulang belakang (spine), dan sendi-sendi yang menahan berat yang besar, seperti pinggul-pinggul dan lutut-lutut. Kebanyakan kasus-kasus dari osteoarthritis mempunyai penyebab yang tidak diketahui dan dirujuk sebagai osteoarthritis primer. Ketika penyebab dari osteoarthritis diketahui, kondisinya dirujuk sebagai osteoarthritis sekunder. Osteoarthritis adakalanya disingkat sebagai OA.

Penyebab

Osteoarthritis primer kebanyakan dihubungkan dengan menua, isi air dari cartilage meningkat, dan susunan protein dari cartilage degenerasi. Akhirnya, cartilage mulai degenerasi dengan mengelupas atau membentuk crevasses yang kecil. Pada kasus-kasus yang telah lanjut, ada kehilangan total dari bantal cartilage antara tulang-tulang dari sendi-sendi. Penggunaan yang berulangkali dari sendi-sendi yang terpakai dari tahun ke tahun dapat mengiritasi dan meradang cartilage, menyebabkan nyeri dan pembengkakan sendi. Kehilangan dari bantal cartilage menyebabkan gesekan antara tulang-tulang, menjurus pada nyeri dan pembatasan dari mobilitas sendi. Peradangan dari cartilage dapat juga menstimulasi pertumbuhan-pertumbuhan tulang baru (spurs, juga dirujuk sebagai osteophytes) yang terbentuk sekitar sendi-sendi. Osteoarthritis adakalanya dapat berkembang dalam banyak anggota dari keluarga yang sama, menyiratkan basis yang diturunkan (genetik) untuk kondisi ini.
Osteoarthritis sekunder disebabkan oleh penyakit atau kondisi lainnya. Kondisi-kondisi yang terjadi pada osteoarthritis sekunder termasuk kegemukan, trauma atau operasi yang berulangkali pada struktur-struktur sendi, sendi-sendi abnormal waktu dilahirkan (kelainan-kelainan congenital), gout, diabetes, dan penyakit-penyakit hormon lain.
Kegemukan menyebabkan osteoarthritis dengan meningkatkan tekanan mekanik pada cartilage. Setelah penuaan, kegemukan adalah faktor risiko yang paling kuat untuk osteoarthritis dari lutut-lutut. Perkembangan yang dini dari osteoarthritis dari lutut-lutut diantara atlet-atlet angkat besi dipercayai adalah sebagaian disebabkan oleh berat badan mereka yang tinggi. Tauma yang berulangkali pada jaringan-jaringan sendi (ligamen-ligamen, tulang-tulang, dan cartilage) dipercayai menjurus pada osteoarthritis dini dari lutut-lutut pada pemain-pemain bola. Dilihat dari studi-studi baru-baru ini telah tidak menemukan risiko osteoarthritis yang meningkat pada pelari-pelari jarak jauh.
Endapan-endapan kristal pada cartilage dapat menyebabkan degenerasi cartilage dan osteoarthritis. Kristal-kristal asam urat menyebabkan arthritis pada gout, sementara kristal-kristal calcium pyrophosphate menyebabkan arthritis pada pseudogout.
Beberapa orang-orang dilahirkan dengan sendi-sendi yang terbentuk abnormal (kelainan-kelainan congenital) yang rentan terhadap pemakaian/pengikisan mekanik, menyebabkan degenerasi dan kehilangan cartilage (tulang rawan) sendi yang dini. Osteoarthritis dari sendi-sendi pinggul umumnya dihubungkan pada kelainan-kelainan struktural dari sendi-sendi ini yang telah hadir sejak lahir.
Gangguan-gangguan hormon, seperti diabetes dan penyakit-penyakit hormon pertumbuhan, juga berhubungan dengan pengikisan cartilage yang dini dan osteoarthritis sekunder. 

Gejala-Gejala

Osteoarthritis adalah penyakit dari sendi-sendi. Tidak seperti  bentuk-bentuk lain dari arthritis yang merupakan penyakit sistemik, seperti rheumatoid arthritis dan systemic lupus, osteoarthritis tidak mempengaruhi organ-organ lain dari tubuh. Gejala paling umum dari osteoarthritis adalah nyeri pada sendi-sendi yang terpengaruh setelah penggunaan yang berulang. Nyeri sendi biasanya memburuk di ujung hari. Dapat terjadi pembengkakan, kehangatan, dan berkeretak dari sendi-sendi yang terpengaruh. Nyeri dan kekakuan dari sendi-sendi dapat juga terjadi setelah periode-periode yang panjang dari ketidakaktifan, contohnya, duduk dalam teater. Pada osteoarthritis yang parah, kehilangan bantal cartilage yang komplit menyebabkan gesekan antara tulang-tulang, menyebabkan nyeri saat istirahat atau nyeri dengan gerakan yang terbatas.
Gejala-gejala dari osteoarthritis bervariasi sangat besar bagi setiap pasien. Beberapa pasien dapat dilemahkan oleh gejala-gejala namun pada sisi lain, mungkin mempunyai sangat sedikit gejala kendati ada degenerasi yang dramatis dari sendi-sendi yang terlihat pada X-rays. Gejala juga dapat terjadi sebentar-sebentar. Tidak umum untuk pasien-pasien dengan osteoarthritis dari sendi-sendi jari tangan dan lutut-lutut untuk mempunyai interval-interval yang bebas nyeri bertahun-tahun antara gejala.
Osteoarthritis dari lutut seringkali dihubungkan dengan berat badan bagian atas yang berlebihan, dengan kegemukan, atau sejarah luka maupun operasi sendi yang berulangkali. Degenerasi cartilage dari sendi-sendi lutut yang progresif  menjurus pada kelainan bentuk (deformity) dan lengkungan keluar dari lutut-lutut yang dirujuk sebagai "bowlegged". Pasien dengan osteoarthritis dari sendi yang menahan berat (seperti lutut) dapat mengembangkan pincang. Pincang memburuk ketika lebih banyak cartilage degenerasi. Pada beberapa pasien, nyeri, pincang, dan disfungsi sendi mungkin tidak merespon obat-obat atau tindakan-tindakan konservatif lainnya. Oleh karennya, osteoarthritis yang parah dari lutut adalah penyebab paling umum untuk prosedur operasi penggantian lutut yang total di Amerika.
Osteoarthritis dari cervical spine atau lumbar spine menyebabkan nyeri di leher atau punggung bagian bawah. Bony spurs (spur-spur yang bertulang), disebut osteophytes, yang terbentuk sepanjang arthritic spine dapat mengiritasi syaraf-syaraf tulang belakang (spinal nerves), menyebabkan nyeri yang parah, kekebasan, dan kesemutan dari bagian-bagian tubuh yang terpengaruh.
Osteoarthritis menyebabkan pembentukan dari pembesaran-pembesaran keras dan bertulang dari sendi-sendi kecil jari-jari tangan. Pembesaran bertulang yang klasik dari sendi-sendi kecil pada ujung dari jari-jari tangan disebut Heberden's node, dinamakan menurut dokter Inggris yang sangat terkenal. Kelainan bentuk yang bertulang adalah akibat dari spur-spur bertulang dari osteoarthritis pada sendi itu. Tombol bertulang (node) umum lainnya terjadi pada sendi tengah dari jari-jari tangan pada banyak pasien dengan osteoarthritis dan disebut Bouchard's node. Dr. Bouchard adalah dokter Perancis yang terkenal yang juga mempelajari pasien-pasien arthritis pada akhir tahun-tahun 1800. Heberden's dan Bouchard's nodes mungkin tidak menyakitkan, namun mereka sering dihubungkan dengan pembatasan gerakan dari sendi. Penampakan karakteristik dari nodul-nodul jari tangan ini bermanfaat dalam mendiagnosa osteoarthritis. Osteoarthritis dari sendi pada dasar dari jempol kaki menjurus pembentukan bunion (pembengkakan ibu jari). Osteoarthritis dari jari-jari tangan dan jari-jari kaki mungkin mempunyai basis genetik dan dapat ditemukan dalam jumlah yang banyak dari  wanita dari beberapa keluarga.

Mendiagnosa

Tidak ada tes darah untuk diagnosis dari osteoarthritis. Tes-tes darah dilakukan untuk menyampingkan penyakit yang dapat menyebabkan osteoarthritis sekunder, serta untuk menyampingkan kondisi arthritis lain yang  meniru osteoarthritis.
X-rays dari sendi-sendi yang terpengaruh dapat menyarankan osteoarthritis. Penemuan-penemuan X-ray yang umum dari osteoarthritis termasuk kehilangan cartilage (tulang rawan) sendi, penyempitan dari ruang sendi antara tulang-tulang yang berdekatan, dan pembentukan bone spur (tulang spur). Pengujian X-ray sederhana dapat sangat bermanfaat untuk menyampingkan penyebab lain dari nyeri pada sendi serta membantu  membuat keputusan kapan intervensi operasi harus dipertimbangkan.
Arthrocentesis sering dilakukan di ruang praktek dokter. Selama arthrocentesis, jarum yang steril digunakan untuk mengeluarkan cairan sendi untuk analisa. Analisa cairan sendi bermanfaat dalam menyampingkan gout, infeksi, dan penyebab lain dari arthritis. Pengeluaran cairan sendi dan suntikan dari corticosteroids kedalam sendi-sendi selama arthrocentesis dapat membantu membebaskan nyeri, pembengkakan, dan peradangan.
Arthroscopy adalah teknik operasi dengan mana dokter memasukan tabung penglihat kedalam ruang sendi. Kelainan-kelainan dan kerusakan pada cartilage serta ligamen-ligamen dapat dideteksi dan adakalanya diperbaiki melalui arthroscope. Jika berhasil, pasien dapat sembuh dari operasi arthroscopic jauh lebih cepat daripada operasi sendi terbuka.
Akhirnya, analisa yang hati-hati dari lokasi, durasi, dan karakter dari gejala-gejala sendi dan penampakan dari sendi membantu dokter mendiagnosa osteoarthritis. Pembesaran bertulang dari sendi dari pembentukan spur adalah karakteristik dari osteoarthritis. Oleh karenanya, kehadiran dari Heberden's nodes, Bouchard's nodes, dan bunions (pembengkakan ibu jari) dari kaik-kaki dapat mengindikasikan pada dokter diagnosis dari osteoarthritis. 

Perawatan Untuk Osteoarthritis

Pengurangan berat badan dan menghindari aktivitas yang mengerahkan tekanan yang berlebihan pada cartilage sendi, tidak ada perawatan spesifik untuk menahan degenerasi cartilage atau untuk memperbaiki kerusakan cartilage pada osteoarthritis. Tujuan perawatan pada osteoarthritis adalah mengurangi nyeri dan peradangan sendi sambil memperbaiki dan memelihara fungsi sendi. Beberapa pasien dengan osteoarthritis mempunyai nyeri yang minimal atau tidak ada nyeri mungkin tidak memerlukan perawatan ataupun mendapat manfaat dari tindakan-tindakan konservatif seperti istirahat, latihan, pengontrolan diet dengan pengurangan berat badan, terapi fisik dan pekerjaan, dan alat-alat pendukung mekanik. Tindakan ini adalah penting ketika sendi-sendi besar yang menahan berat terlibat, seperti pinggul-pinggul atau lutut-lutut. Faktanya, bahkan pengurangan berat badan yang sedang dapat membantu mengurangi gejala-gejala osteoarthritis dari sendi-sendi besar, seperti lutut-lutut dan pinggul-pinggul. Obat-obat digunakan untuk melengkapi tindakan-tindakan fisik yang digambarkan diatas. Obat mungkin digunakan secara topikal (obat luar), diminum secara oral (mulut), atau disuntikan kedalam sendi-sendi untuk mengurangi peradangan dan nyeri sendi. Jika tindakan konservatif gagal untuk mengontrol nyeri dan memperbaiki fungsi sendi, operasi dapat dipertimbangkan.
Mengistirahatkan sendi yang luka, mengurangi tekanan pada sendi dan membebaskan nyeri dan bengkak. Pasien-pasien diminta untuk mengurangi intensitas dan/atau frekuensi dari aktivitas-aktivitas yang secara konsisten menyebabkan nyeri sendi.
Latihan biasanya tidak memperburuk osteoarthritis jika dilakukan pada tingkat yang tidak menyebabkan nyeri sendi. Latihan bermanfaat pada osteoarthritis dalam beberapa cara. Pertama, ia menguatkan dukungan otot sekitar sendi. Ia juga mencegah sendi dari "membeku" dan memperbaiki serta memelihara mobilitas sendi. Akhirnya, ia membantu pengurangan berat badan dan memajukan daya tahan. Mengaplikasikan panas lokal sebelum dan bungkusan-bungkusan dingin setelah latihan dapat membantu membebaskan nyeri dan peradangan. Berenang terutama cocok sekali untuk pasien-pasien dengan osteoarthritis karena ia mengizinkan pasien-pasien untuk latihan dengan tekanan benturan yang minimal pada sendi-sendi. Latihan-latihan populer lain termasuk jalan kaki, bersepeda stasioner, dan latihan beban ringan.
Ahli-ahli terapi fisik dapat menyediakan alat-alat pendukung, seperti splints (kayu untuk membadut tangan patah), tongkat-tongkat dari rotan, alat-alat pembantu berjalan, dan penyangga-penyangga atau penopang-penopang (braces). Alat-alat ini berguna dalam mengurangi tekanan pada sendi. Ahli-ahli terapi dapat menilai dari aktivitas-aktivitas harian dan menyaranlan alat tambahan yang mungkin membantu pasien pada saat bekerja atau di rumah. Finger splints can support individual joints of the fingers. Paraffin wax dips, warm water soaks, and nighttime cotton gloves can help ease hand symptoms. Spine symptoms can improve with a neck collar, lumbar corset, or a firm mattress, depending on what areas are involved.
Pada banyak pasien dengan osteoarthritis, pembebas nyeri yang ringan seperti aspirin dan acetaminophen (Tylenol) mungkin adalah perawatan yang mencukupi. Studi-studi telah menunjukan bahwa acetaminophen yang diberikan dalam dosis yang cukup seringkali menjadi sama efektifnya seperti meresepkan obat-obat anti peradangan dalam membebaskan nyeri pada osteoarthritis dari lutut-lutut. Karena acetaminophen mempunyai lebih sedikit efek sampingan pencernaan daripada NSAIDS, terutama diantara pasien tua, acetaminophen umumnya adalah obat awal yang lebih disukai yang diberikan pada pasien dengan osteoarthritis. Obat yang untuk mengendurkan otot dalam spasme mungkin diberikan sementara. Cream-cream ntuk membebaskan nyeri yang diaplikasikan pada kulit diatas sendi-sendi dapat menyediakan pembebasan dari nyeri arthritis yang minor. Contoh-contoh termasuk capsaicin (Arthricare, Zostrix), salycin (Aspercreme), methyl salicylate (Ben-Gay, Icy Hot), dan menthol (Flexall).
Perawatan-perawatan baru termasuk lotion anti peradangan, diclofenac (Voltaren Gel) dan diclofenac patch (Flector Patch), yang digunakan untuk pembebasan dari nyeri osteoarthritis.
Nonsteroidal antiinflammatory drugs (NSAIDs) adalah obat-obat yang digunakan untuk mengurangi nyeri dan peradangan pada sendi. Contoh-contoh dari NSAIDs termasuk aspirin (Ecotrin), ibuprofen (Motrin), nabumetone (Relafen), dan naproxen (Naprosyn). Adakalanya adalah mungkin untuk menggunakan NSAIDs untuk sementara dan kemudian menghentikan mereka untuk periode waktu tanpa gejala-gejala yang kambuh, dengan demikian mengurangi risiko efek sampingan.
Efek sampingan yang paling umum dari NSAIDs termasuk kesusahan pencernaan, seperti gangguan lambung, diare, borok-borok (ulcers) dan bahkan perdarahan. Risiko dari ini dan efek-efek sampingan lain meningkat pada orang tua. NSAIDs yang lebih baru yang disebut COX-2 inhibitors didesain mempunyai lebih sedikit keracunan pada lambung dan usus-usus besar. Karena gejala osteoarthritis bervariasi dan dapat menjadi sebentar-sebentar, obat-obat ini mungkin diberikan hanya ketika nyeri sendi terjadi atau sebelum aktivitas yang  mengakibatkan gejala-gejala.
Beberapa studi, namun tidak semuanya telah menyarankan bahwa perawatan alternatif dengan suplemen-suplemen makanan glucosamine dan chondroitin dapat membebaskan gejala-gejala nyeri dan kekakuan untuk beberapa orang-orang dengan osteoarthritis. Suplemen-suplemen ini tersedia di Apotek-apotek dan toko-toko makanan sehat tanpa resep, meskipun belum ada kepastian tentang kemurnian dari produk atau dosis dari ramuan aktif karena mereka tidak dimonitor oleh FDA. The National Institutes of Health sedang mempelajari glucosamine dan chondroitin dalam perawatan osteoarthritis. Penelitian awal mereka menunjukan hanya manfaat yang kecil (minor) dalam membebaskan nyeri untuk mereka dengan osteoarthritis yang paling parah. Studi lebih jauh, diharapkan akan menjernihkan banyak hal yang menyangkut pendosisan, keamanan, dan keefektifan dari produk-produk ini untuk osteoarthritis. Pasien-pasien yang memakai (meminum) obat pengencer darah harus hati-hati ketika memakai chondroitin karena ia dapat meningkatkan pengenceran darah dan menyebabkan perdarahan yang berlebihan. Suplemen-suplemen minyak ikan (Fish-oil) telah ditunjukan mempunyai beberapa sifat anti peradangan, dan meningkatkan pemasukan diet ikan dan/atau meminum kapsul minyak ikan (kapsul omega-3) dapat  mengurangi peradangan dari arthritis.
Sementara cortisone oral umumnya tidak digunakan dalam merawat osteoarthritis, ketika disuntikan secara langsung kedalam sendi yang meradang, secara cepat dapat mengurangi nyeri dan memulihkan fungsi. Karena suntikan cortisone yang berulangkali dapat membahayakan jaringan dan tulang, mereka dicadangkan untuk pasien dengan gejala-gejala yang lebih jelas.
Untuk nyeri yang gigih dari osteoarthritis lutut yang parah  tidak merespon pada pengurangan berat badan, latihan, atau obat-obat, rangkaian suntikan-suntikan dari hyaluronic acid (Synvisc, Hyalgan) kedalam sendi dapat adakalanya berguna, terutama jika operasi tidak sedang dipertimbangkan. Produk ini tampaknya bekerja untuk sementara waktu memulihkan kekentalan dari cairan sendi, mengizinkan pelumasan sendi dan kemampuan benturan yang lebih baik, dan mungkin dengan mempengaruhui secara langsung penerima (receptors) nyeri.
Operasi umumnya dicadangkan untuk pasien dengan osteoarthritis  terutama parah dan tidak merespon pada perawatan konservatif. Arthroscopy, didiskusikan diatas, dapat bermanfaat ketika robekan-robekan cartilage dicurigai. Osteotomy adalah prosedur pengeluaran tulang yang dapat membantu meluruskan kembali beberapa dari keadaan cacat (deformity) pada pasien yang dipilih, umumnya mereka dengan penyakit lutut. Pada beberapa kasus, sendi yang merosot (degenerasi) dengan parah paling baik dirawat dengan fusion (arthrodesis) atau penggantian dengan sendi tiruan (arthroplasty). Penggantian total pinggul dan total lutut sekarang secara umum dilakukan di rumah sakit-rumah sakit masyarakat di seluruh Amerika. Ini dapat membawa pembebasan nyeri dan fungsi yang lebih baik yang dramatis. 

Pencegahan Osteoarthritis

Langkah-langkah ideal pada diagnosis yang tepat dan rencana perawatan jangka panjang yang optimal. Sementara banyak langkah-langkah didiskusikan disini, rencana harus disesuaikan untuk setiap orang yang dipengaruhi oleh osteoarthritis, tergantung pada sendi yang terpengaruh dan keparahan dari gejala.
Pendapat mengenai penyebab atau tipe dari arthritis biasanya dapat diperoleh secara cukup dengan berkonsultasi dengan dokter umum keluarga. Adalah seringkali tidak perlu untuk mencari spesialis arthritis (rheumatologist), untuk tujuan ini. Bagaimanapun , jika diagnosis atau rencana perawatan tidak jelas, rheumatologist mungkin dikonsultasikan.
Ketika saya menentukan bahwa pasien memunyai pembentukan nodul yang klasik dari osteoarthritis (Heberden's node), saya mungkin membuat diagnosis semata-mata berdasarkan pada pemeriksaan, tanpa keperluan untuk segala tes-tes tambahan, seperti pengujian darah atau X-ray. Adakalanya, pengujian dapat bermanfaat untuk mengerti lebih baik derajat dan karakter dari osteoarthritis yang mempengaruhi sendi tertentu. Ia dapat juga bermanfaat untuk memonitor dan untuk menyampingkan kondisi-kondisi lain.
Perawatan mungkin tidak diperlukan untuk osteoarthritis tangan dengan gejala yang minimal atau tidak ada gejala. Ketika gejala menyusahkan dan bertahan, perawatan  termasuk obat-obat nyeri dan antiperadangan, dengan atau tanpa suplemen-suplemen makanan, seperti glucosamine dan/atau chondroitin. Lebih jauh, aplikasi-aplikasi panas/dingin dan cream-cream nyeri topikal dapat bermanfaat.
Sebagai langkah pertama, saya merekomendasikan bahwa pasien-pasien maju terus dan mencoba suplemen-suplemen makanan bebas resep, glucosamine dan chondroitin. Setiap dari suplemen ini ditunjukan oleh beberapa studi membebaskan nyeri dan kekakuan dari beberapa (namun tidak semua) pasien dengan osteoarthritis. Suplemen ini tersedia di apotek-apotek dan toko-toko makanan sehat tanpa resep. Jika pasien tidak mendapat manfaat setelah percobaan dua sampai tiga bulan, boleh menghentikan suplemen-suplemen ini.
Untuk tipe yang lain dari suplementasi makanan, harus dicatat bahwa minyak ikan telah ditunjukan mempunyai beberapa sifat antiperadangan. Lebih dari itu, meningkatkan pemasukan diet ikan dan/atau kapsul minyak ikan (kapsul omega-3) dapat adakalanya mengurangi peradangan dari arthritis.
Kegemukan telah lama diketahui menjadi faktor risiko untuk osteoarthritis dari lutut. Pengurangan berat badan untuk pasien dengan tanda awal dari osteoarthritis tangan yang kelebihan berat badan, karena mereka berisiko untuk juga mengembangkan osteoarthritis dari lutut mereka. Makanan yang dihindari termasuk yang memajukan penambahan berat badan. Seperti digambarkan diatas, bahkan pengurangan berat badan yang sedang dapat bermanfaat.
Obat-obat nyeri yang tersedia tanpa resep, seperti acetaminophen (Tylenol), dapat sangat bermanfaat dalam membebaskan gejala-gejala nyeri dari osteoarthritis yang ringan, dan saya merekomendasikan ini sebagai perawatan obat garis pertama. Studi telah menunjukan bahwa acetaminophen, diberikan dalam dosis yang cukup, dapat seringkali menjadi sama efektifnya seperti obat antiperadangan yang diresepkan dalam membebaskan nyeri pada osteoarthritis dari lutut. Karena acetaminophen mempunyai lebih sedikit efek sampingan pencernaan daripada obat antiperadangan nonsteroid atau nonsteroidal antiinflammatory drugs (NSAIDS),terutama pada pasien-pasien yang agak tua, acetaminophen umumnya adalah obat awal yang lebih disukai yang diberikan pada pasien dengan osteoarthritis. Jika gejala bertahan, maka saya merekomendasikan percobaan-percobaan dari obat-obat antiperadangan yang bebas resep seperti ibuprofen (Advil, Motrin IB, Nuprin), ketoprofen (Orudis), dan naproxen (Aleve). Banyak pasien-pasien melakukannya dengan baik ketika mereka mengambil obat ini bersama dengan suplemen-suplemen glucosamine dan chondroitin mereka.
Beberapa pasien mendapat hasil yang signifikan dari gejala nyeri dengan mencelupkan tangan mereka kedalam celupan lilin (paraffin) yang panas di pagi hari. Lilin yang panas seringkali dapat diperoleh di apotek-apotek lokal atau toko-toko penyuplai medis. Ia dapat disiapkan dalam Crock-Pot dan digunakan kembali setelah ia mengeras sebagai penutup yang hangat diatas tangan dengan mengelupas dan menggantikannya kedalam lilin yang mencair. Rendaman air hangat dan sarung tangan cotton waktu malam (mempertahankan tangan hangat selama tidur) dapat juga membantu memudahkan gejala tangan. Melakukan batasan yang lembut dari latihan-latihan gerakan secara teratur dapat membantu mengabadikan fungsi dari sendi. Latihan-latihan ini paling mudah dilakukan setelah penghangatan tangan di pagi hari.
Cream-cream pembebas nyeri  diaplikasikan pada kulit diatas sendi dapat menyediakan pembebasan dari nyeri arthritis yang minor di siang hari. Contoh-contoh termasuk capsaicin (Arthricare, Zostrix), salycin (Aspercreme), methyl salicylate (Ben-Gay, Icy Hot), dan menthol (Flexall). Untuk pembebasan tambahan dari gejala-gejala yang ringan, aplikasi es lokal dapat adakalanya bermanfaat, terutama menuju akhir dari hari. Ahli-ahli terapi pekerjaan dapat menilai aktivitas-aktivitas harian dan menentukan teknik-teknik tambahan yang mana yang mungkin membantu pasien-pasien di tempat kerja atau dirumah.
Akhirnya, ketika gejala-gejala arthritis bertahan, adalah terbaik untuk mencari nasehat dokter yang dapat menuntun secara benar pengendalian yang optimal untuk setiap individu pasien. Banyak obat-obat lain yang diresepkan tersedia untuk perawatan osteoarthritis untuk pasien dengan gejala-gejala yang kronis dan menjengkelkan. Dan jika anda khawatir bahwa osteoarthritis dapat dihubungkan dengan luka pada organ-organ dalam, jangan begitu. Penyakit ini tidak menyebabkan kerusakan organ dalam atau kelainan-kelainan tes darah.
Sebagai tambahan pada langkah yang digambarkan diatas, anda harus menaruh perhatian pada persoalan-persoalan sendi ditempat lain dalam tubuh anda jika anda mengembangkan tanda-tanda dan gejala-gejala awal dari osteoarthritis dari tangan. 

Pengobatan Osteoarthritis

Di masa depan, obat-obat mungkin tersedia yang melindungi cartilage (tulang rawan) dari konsekuensi yang memperburuk dari osteoarthritis.
Inovasi operasi telah menjurus pada teknik untuk perbaikan dari pecahan yang terisolasi dari cartilage (fissures) lutut. Pada prosedur ini, cartilage sebenarnya ditumbuhkan di labor, kemudian disisipkan kedalam area fissure dan disegel dengan "patch" dari tulang pasien sendiri yang menutupi jaringan. Sementara ini adalah bukan prosedur untuk kerusakan cartilage dari osteoarthritis, ia membuka pintu untuk penelitian cartilage masa depan. Ini dan area-area perkembangan lainnya memegang janji untuk pendekatan-pendekatan baru pada persoalan lama.
Penyelidik-penyelidik pada the National Institutes of Health sekarang ini sedang melihat kedalam apakah memakai atau tidak memakai glucosamine atau chondroitin dapat sebenarnya memperbaiki atau melindungi kualitas dari cartilage pada sendi-sendi yang dipengaruhi oleh osteoarthritis.
Ilmuwan-ilmuwan peneliti telah menemukan bahwa doxycycline, obat tetracycline, telah ditunjukan memperlambat kemajuan dari degenerasi cartilage pada lutut dari pasien dengan osteoarthritis. Lebih banyak studi diperlukan untuk menentukan kepentingan (signifikan) dari pekerjaan dini namun menarik ini.





Jumat, 09 Agustus 2013

Anemia

  • Definisi Anemia

Anemia adalah kondisi medis dimana jumlah sel darah merah atau hemoglobin kurang dari normal. Tingkat normal dari hemoglobin umumnya berbeda pada laki-laki dan wanita-wanita. Untuk laki-laki, anemia secara khas ditetapkan sebagai tingkat hemoglobin yang kurang dari 13.5 gram/100ml dan pada wanita-wanita sebagai hemoglobin yang kurang dari 12.0 gram/100ml. Definisi-definisi ini mungkin bervariasi sedikit tergantung pada acuan sumber dan laboratorium yang digunakan.
  • Penyebab Anemia

Segala proses yang dapat mengganggu masa kehidupan normal dari sel darah merah mungkin menyebabkan anemia. Masa kehidupan normal dari sel darah merah secara khas adalah sekitar 120 hari. Sel-sel darah merah dibuat di sumsum tulang (bone marrow).
Anemia pada dasarnya disebabkan melalui dua jalan-jalan dasar. Anemia disebabkan:
  1. Pengurangan produksi sel darah merah atau hemoglobin, atau
  2. Kehilangan atau penghancuran darah.
Sebagai kliasifikasi-klasifikasi yang lebih umum dari anemia (hemoglobin yang rendah) berdasarkan pada MCV, atau volume dari sel-sel darah merah individu.
  1. Jika MCV rendah (kurang dari 80), anemia dikategorikan sebagai microcytic anemia (volume sel yang rendah).
  2. Jika MCV didalam batasan normal (80-100), ia disebut normocytic anemia (volume sel yang normal).
  3. Jika MCV tinggi, maka ia disebut macrocytic anemia (volume sel yang besar).
Melihat pada setiap komponen-komponen dari complete blood count (CBC), terutama MCV, dokter dapat mengumpulkan petunjuk-petunjuk seperti apa yang menjadi sebab yang paling umum untuk anemia. 
  • Kekurangan Zat Besi

Zat besi adalah komponen utama dari hemoglobin dan penting untuk fungsi yang baik darinya. Kehilangan darah yang kronis yang disebabkan oleh sebab apa saja adalah penyebab utama dari tingkat besi yang rendah dalam tubuh karena ia menipiskan cadangan besi tubuh untuk mengkompensasi kehilangan zat besi yang sedang berjalan. Anemia yang disebabkan oleh tingkat-tingkat besi yang rendah disebut anemia kekurangan besi. Kekurangan besi adalah penyebab yang sangat umum dari anemia.
Wanita-wanita lebih mungkin dari pada laki-laki mempunyai anemia kekurangan zat besi karena kehilangan darah setiap bulan melalui menstruasi yang normal. Ini umumnya tanpa segala gejala-gejala utama karena kehilangan darahnya relatif kecil dan sementara.
Anemia kekurangan besi dapat juga disebabkan oleh perdarahan kecil yang berulangkali, misalnya dari kanker kolon (usus besar) atau dari borok-borok (ulcers) lambung. Perdarahan borok lambung mungkin atau mungkin tidak diinduksi oleh obat-obat bahkan obat-obat tanpa resep yang sangat umum seperti aspirin dan ibuprofen (Advil, Motrin). Pada bayi-bayi dan anak-anak muda, anemia kekurangan besi paling sering disebabkan oleh makanan (diet) yang kekurangan besi.
Interpretasi dari CBC mungkin menjurus pada petunjuk-petunjuk yang menyarankan tipe anemia ini. Contohnya, anemia kekurangan besi biasanya menyajikan low mean corpuscular volume (microcytic anemia) sebagai tambahan pada hemoglobin yang rendah.
  • Kehilangan Darah Akut (Tiba-Tiba)

Kehilangan darah akut dari perdarahan internal (seperti dari borok yang berdarah) atau perdarahan eksternal (seperti dari trauma) dapat menghasilkan anemia pada masa waktu yang singkatnya mengagumkan. Tipe anemia ini dapat berakibat pada gejala-gejala dan akibat yang parah jika tidak ditangani segera. 

  • Penyebab-Penyebab Lain Dari Anemia

Beberapa dari penyebab-penyebab yang paling umum termasuk:
  • Kekurangan vitamin B12 mungkin menyebabkan pernicious anemia. Tipe anemia ini dapat terjadi pada orang-orang yang tidak mampu menyerap vitamin B12 dari usus-usus mereka yang disebabkan oleh sejumlah sebab-sebab:
    • vegetarian-vegetarian yang ketat yang mungkin tidak mengambil suplemen-suplemen vitamin yang cukup, atau
    • peminum-peminum alkohol jangka panjang.
    Ini secara khas menyebabkan macrocytic (volume sel yang besar) anemia. Vitamin B12, bersama dengan folat, terlibat dalam membuat molekul heme yang adalah bagian integral dari hemoglobin. Kekurangan folat dapat menjadi tertuduh dari anemia. Ini mungkin juga disebabkan oleh penyerapan yang tidak cukup, konsumsi yang kurang dari yang hijau-hijau, sayur-sayuran yang berdaun, dan juga penggunaan alkohol berat jangka panjang.
  • Dapat terjadi rupture dari sel-sel darah merah (hemolytic anemia) yang disebabkan oleh antibodi-antibodi yang melekat pada permukaan dari sel-sel marah (contohnya, penyakit hemolytic dari bayi yang baru dilahirkan dan pada banyak kondisi-kondisi lain).
  • Bermacam-macam penyakit-penyakit sumsum tulang yang luas dapat menyebabkan anemia.
    • Contohnya, kanker-kanker yang menyebar (metastasize) ke sumsum tulang (bone marrow), atau kanker-kanker dari sumsum tulang (seperti leukemia atau multiple myeloma) dapat menyebabkan sumsum tulang menghasilkan secara tidak cukup sel-sel darah merah, berakibat pada anemia.
    • Kemoterapi tertentu untuk kanker-kanker dapat juga menyebabkan kerusakan pada sumsum tulang dan mengurangi produksi sel darah merah, berakibat pada anemia.
    • Infeksi-infeksi tertentu mungkin melibatkan sumsum tulang dan berakibat pada perusakan sumsum tulang dan anemia.
    • Akhirnya, pasien-pasien dengan gagal ginjal mungkin kekurangan hormon yang diperlukan untuk menstimulasi produksi sel darah merah oleh sumsum tulang (bone marrow).
  • Penyebab umum lain dari anemia disebut anemia dari penyakit kronis terjadi pada individu-individu dengan penyakit-penyakit kronis yang berkepanjangan.
  • Beberapa obat-obat dapat menyebabkan anemia karena berbagai hal.
  • Human immunodeficiency virus (HIV) dan acquired immune deficiency syndrome (AIDS) dapat menyebabkan anemia. 

    Anemia dan Genetika

Anemia mungkin adalah genetik. Penyakit-penyakit yang diturunkan dapat memperpendek masa kehidupan dari sel darah merah dan menjurus pada anemia (contohnya, sickle cell anemia). Penyakit-penyakit turunan dapat juga menyebabkan anemia dengan memperburuk produksi hemoglobin (contohnya, alpha thalassemia dan beta thalassemia).
Tergantung pada derajat dari kelainan genetik, anemia-anemia turunan mungkin menyebabkan anemia yang ringan, sedang, atau parah. Kenyataannya, beberapa mungkin terlalu parah untuk menjadi harmonis dengan kehidupan dan mungkin berakibat pada kematian dari fetus (bayi yang belum dilahirkan). Pada sisi lain, beberapa dari anemia-anemia ini adalah begitu ringan sehingga mereka tidak tercatat dan secara kebetulan terungkap sewaktu pekerjaan darah rutin.
  • Gejala-Gejala Dari Anemia

Beberapa pasien-pasien dengan anemia tidak mempunyai gejala-gejala namun terkadang :
  • Lelah,
  • Mudah kelelahan,
  • Tampak pucat,
  • Mengembangkan palpitasi-palpitasi (perasaan dari jantung yang berdebar), dan
  • Sesak napas.
Gejala-gejala tambahan mungkin termasuk:
  • Kerontikan rambut,
  • Malaise (perasaan umum dari tidak enak badan), dan
  • Perburukan persoalan-persoalan jantung.
Perlu dicatat bahwa jika anemia berkepanjangan (chronic anemia), tubuh mungkin menyesuaikan pada tingkat-tingkat oksigen yang rendah dan individunya mungkin tidak merasa berbeda sampai anemia menjadi parah. Pada sisi lain, jika anemia terjadi secara cepat (acute anemia), pasien mungkin mengalami gejala-gejala signifikan yang relatif cepat. 

  • Diagnosa Anemia

Anemia biasanya dideteksi atau paling sedikit dikonfirmasi dengan complete blood cell (CBC) count. Tes CBC mungkin diperintahkan oleh dokter sebagai bagian dari general check-up dan screening rutin atau berdasarkan pada tanda-tanda dan gejala-gejala klinis yang mungkin menyarankan anemia atau kelainan-kelainan darah lain.
  • Definisi Complete Blood Cell (CBC) Count

CBC adalah tes untuk menghitung dan memeriksa tipe-tipe yang berbeda dari sel-sel dalam darah. Secara tradisi, analisa CBC dilakukan oleh dokter atau teknisi laboratorium dengan melihat kaca mikroskop yang disiapkan dari sample darah dibawah mikroslop. Sekarang ini, banyak dari kerja ini seringkali diotomatisasikan dan dilakukan oleh mesin-mesin. 
Pengukuran-pengukuran enam komponen membentuk tes CBC:
  1. Red blood cell (RBC) count atau perhitungan sel darah merah
  2. Hematocrit
  3. Hemoglobin
  4. White blood cell (WBC) count atau perhitungan sel darah putih
  5. Differential blood count (the "diff")
  6. Platelet count atau perhitungan platelet
Hanya tiga pertama dari tes-tes ini: red blood cell (RBC) count, hematocrit, dan hemoglobin, adalah relevan pada diagnosis dari anemia.
Sebagai tambahan, mean corpuscular volume (MCV) juga seringkali dilaporkan pada CBC, yang pada dasarnya mengukur volume rata-rata dari sel-sel darah merah dalam sample darah. Ini  penting dalam membedakan penyebab-penyebab dari anemia. Unit-unit dari MCV dilaporkan dalam femtoliters, pecahan dari seperjuta liter.
Petunjuk-petunjuk bermanfaat lain pada penyebab-penyebab dari anemia yang dilaporkan pada CBC adalah ukuran, bentuk, dan warna dari sel-sel darah merah. 

  • Mengambil Darah Untuk CBC

Darah diambil dengan venipuncture (menggunakan jarum untuk menarik darah dari vena) di lab, rumah sakit, atau tempat praktek dokter. Secara khas, darah diambil dalam tabung steril yang khusus dari vena lengan. Tabung mempunyai beberapa bahan-bahan pengawet untuk mencegah penggumpalan darah. Hasil-hasil mungkin tersedia dalam satu jam atau lebih lama tergantung pada setting.
Pada beberapa kejadian-kejadian, tes tempat praktek yang cepat yang disebut hemoglobin rapid test mungkin dilakukan yang menggunakan beberapa tetes-tetes darah dari tusukan jari tangan. Keuntungan dari tes yang cepat ini adalah bahwa hasil-hasil mungkin diperoleh dalam beberapa menit dan hanya beberapa tetes-tetes darah mungkin diperlukan.
  • Definisi Red Blood Cell (RBC) Count

Sel-sel darah merah atau red blood cells (RBCs atau erythrocytes) adalah tipe sel-sel yang paling umum dalam darah. Kita setiapnya mempunyai berjuta-juta dari sel-sel kecil ini yang berbentuk cakram. RBC count atau perhitungan RBC dilakukan untuk menentukan apakah jumlah dari sel-sel darah merah adalah rendah (anemia) atau tinggi (polycythemia).
Pada perhitungan RBC, jumlah dan ukuran dari RBCs ditentukan. Ini biasanya dilaporkan sebagi angka dari RBCs per volume yang spesifik, secara khas dalam jutaan dari RBC's dalam micro-liters dari seluruh darah. Bentuk dari sel-sel darah merah juga dievaluasi dibawah mikroskop. Semua dari informasi-informasi ini, angka, ukuran dan bentuk dari RBCs, adalah bermanfaat dalam diagnosis dari anemia. Lebih jauh, tipe spesifik dari anemia mungkin ditentukan oleh informasi ini.
  • Hemoglobin

Hemoglobin adalah pigmen merah yang memberikan warna merah yang dikenal pada sel-sel darah merah dan pada darah. Secara fungsi, hemoglobin adalah senyawa kimia kunci yang bergabung dengan oksigen dari paru-paru dan mengangkut oksigen dari paru-paru ke sel-sel seluruh tubuh. Oksigen adalah penting untuk semua sel-sel dalam tubuh untuk menghasilkan tenaga.
Darah juga mengangkut karbon dioksida, yang adalah produk pembuangan dari proses produksi tenaga ini, kembali ke paru-paru darinya ia dihembuskan ke udara. Pengangkutan karbon dioksida kembali ke paru juga dilaksanakan oleh hemoglobin. Karbon dioksida yang terikat pada hemoglobin dilepaskan di paru-paru dalam pertukaran untuk oksigen yang diangkut ke jaringan-jaringan tubuh.
Hemoglobin yang rendah disebut anemia. Ketika ada tingkat hemoglobin yang rendah, seringkali ada perhitungan sel darah merah yang rendah dan juga hematocrit yang rendah. Batasan-batasan acuan adalah sedikit berbeda dari satu sumber ke sumber lain, namun secara khas hemoglobin kurang dari 13.5 adalah abnormal pada laki-laki dan kurang dari 12.0 pada wanita-wanita.
  • Definisi Hematocrit

Hematocrit secara spesifik adalah ukuran dari berapa banyak darah dibuat oleh sel-sel merah. Hematocrit adalah cara yang sangat mudah untuk menentukan apakah perhitungan sel darah merah terlalu tinggi, terlalu rendah, atau normal. Hematocrit adalah ukuran dari proporsi darah yang terdiri dari sel-sel darah merah.
RBCs pada sample darah dikemasi menjadi kecil dengan memutar (spinning) tabung dalam centrifuge dibawah kondisi-kondisi yang telah ditentukan. Proporsi dari tabung yang terdiri dari RBCs kemudian diukur. Katakan bahwa itu adalah 45%. Hematocrit adalah 45.
  • Merawat Anemia

Perawatan dari anemia bervariasi  pertama, penyebab yang mendasari anemia harus diidentifikasikan dan dikoreksi. Contohnya, anemia sebagai akibat dari kehilangan darah dari borok lambung harus mulai dengan obat-obat untuk menyembuhkan borok (ulcer). Seperti halnya, operasi seringkali perlu untuk mengeluarkan kanker kolon yang menyebabkan kehilangan darah kronis dan anemia.
Suplemen-suplemen besi akan juga diperlukan untuk mengkoreksi kekurangan besi. Pada anemia yang parah, transfusi darah mungkin diperlukan. Suntikan-suntikan vitamin B12 akan diperlukan untuk pasien-pasien yang menderita pernicious anemia atau penyebab-penyebab lain dari kekurangan B12.
Pada pasien-pasien tertentu dengan penyakit sumsum tulang ( kerusakan sumsum tulang dari kemoterapi ) atau pasien-pasien dengan gagal ginjal, epoetin alfa (Procrit, Epogen) digunakan untuk menstimulasi produksi sel darah merah sumsum tulang.
Jika obat diperkirakan adalah tertuduhnya, maka ia harus dihentikan dibawah pengarahan dari dokter yang meresepkannya. 

Seperti disebutkan lebih awal, hemoglobin mempunyai peran penting mengantar oksigen ke semua bagian-bagian tubuh untuk konsumsi dan mengangkut balik karbon dioksida ke paru untuk dihembuskan keluar dari tubuh. Jika tingkat hemoglobin terlalu rendah, proses ini mungkin terganggu, berakibat pada tubuh mempunyai tingkat oksigen yang rendah (hypoxia).
Anemia umumnya mempunyai prognosis yang sangat baik dan ia mungkin dapat disembuhkan pada banyak kejadian-kejadian. Prognosis keseluruhan tergantung pada penyebab yang mendasari anemia, keparahannya, dan kesehatan keseluruhan pasien.




Rabu, 24 Juli 2013

Asma



Deskripsi Asma 

Asma adalah suatu keadaan dimana saluran nafas mengalami penyempitan karena hiperaktivitas terhadap rangsangan tertentu, yang menyebabkan peradangan. Penyempitan ini bersifat sementara yang dicirikan oleh hipersensitifitas cabang-cabang trakhea bronkhial terhadap berbagai jenis rangsangan. Keadaan ini bermanifestasi sebagai penyempitan seluruh nafas secara periodik dan reversibel akibat bronkhospasme.
Asma merupakan gangguan yang komplek bronkial dengan periode bronkospasme (kontraksi spasme yang lama pada jalan nafas) yakni dikateristikan  bronkospasme yang reversibel. Asma adalah penyakit jalan nafas obstruktif intermiten, reversibel dimana trakea dan bronkhi berespon secara hiperaktif terhadap stimulasi tertentu yang dapat pulih dan otot halus bronkhial hiposekresi mukosa dan inflamasi mukosa serta edema.
Sehingga ditarik kesimpulan, asma adalah suatu penyakit gangguan jalan nafas obstruktif intermiten yang bersifat reversibel, ditandai dengan adanya periode bronkospasme, peningkatan respon trakea dan bronkus terhadap berbagai rangsangan yang menyebabkan penyempitan jalan nafas.
Definisi Asma Bronkhial

Asma bronkhial yakni Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) dengan gejala klinis (sindrom). PPOK terdiri dari :
  • Asma bronkhial (asma/bengek)
  • Bronkitis kronis (radang saluran nafas bagian bawah)
  • Emfisema paru (penurunan daya elastisitas paru)
Asma bronkhial merupakan suatu penyakit dengan ciri meningkatnya respon trakea dan bronkus terhadap berbagai rangsangan yang bermanifestasi adanya penyempitan jalan nafas yang luas dan derajatnya dapat berubah-ubah secara spontan maupun melalui pengobatan. Berdasarkan ilmu kedokteran, penyakit asma bronkial adalah penyakit saluran pernapasan dengan ciri-ciri saluran pernapasan tersebut akan bersifat hipersensitif (kepekaan yang luar biasa) atau hiperaktif (bereaksi yang berlebihan) terhadap bermacam-macam rangsangan, yang ditandai dengan timbulnya penyempitan saluran pernapasan bagian bawah secara luas, yang dapat berubah derajat penyempitannya menjadi normal kembali secara spontan maupun pengobatan. Kelainan dasar penyempitan saluran pernapasan yang berakibat timbulnya sesak napas adalah komplikasi keadaan :
  • ·         Kejang/berkerutnya otot polos dari saluran pernapasan
  • ·         Sembab/pembengkakan selaput lender
  • ·         Proses keradangan
  • ·         Pembentukan dan timbunan lendir yang berlebihan dalam rongga saluran pernapasan
Anatomi Fisiologi Pernafasan
Saluran pernafasan terdiri atas saluran pernafasan atas dan bawah
1.      Saluran pernafasan atas terdiri dari :
·         Rongga hidung
Udara disaring oleh buku-bukudan karena kontak dengan permukaan lendir yang dilalui maka udara menjadi hangat.
·         Faring (tekak)
Adalah pipa berotot letaknya dibelakang rongga hidung dan rongga mulut.
·         Laring
Terdiri atas tulang rawan tiroid, tulang rawan krikoid, diatas tulang rawan tiroid terdapat epiglotis yang membantu menutup laring pada waktu menelan.
2.       Saluran pernafasan bawah dibentuk oleh :
·         Trakea (batang tenggorok)
Panjangnya kira-kira 9 cm, diameter kira-kira 2,5 cm. Tersusun atas 16-20 cincin tulang rawan. Trakea dilapisi selaput lendir yang terdiri atas jaringan epitelium bersilia. Silia berfungsi menyaring benda-benda asing yang masuk saluran pernafasan.
·         Saluran utama bronkus
Merupakan percabangan trakea bercabang menjadi bagian kanan dan kiri. Panjang kira-kra 5cm, diameter 11-13 mm. Struktur lapisan mukosa bronkus sama dengan trakea. Bronkus bercabang-cabang menjadi bronkeolus. Bronkiolus tidak mempunyai tulang rawan. Bronkiolus berakhir pada kantung udara (alveolus).
·         Alveolus
Terdapat pada ujung akhir bronkiolus berupa kantong kecil terdiri atas selapis sel epitel pipih dan banyak bermuara kapiler darah yang memungkinkan terjadinya pertukaran gas.

Pada pernafasan eksternal (melalui paru-paru), oksigen dipungut melalui hidung dan mulut. Saat bernafas oksigen masuk melalui trakea dan pada pipa bronkhial ke alveoli, dan dapat erat hubungan dengan darah di dalam kapiler pulmonalis. Alveoli memisahkan oksigen dari darah, oksigen menembus membran, diambil oleh sel darah merah dan dibawa ke jantung dan dari jantung dipompakan ke seluruh tubuh. Di dalam paru-paru, karbondioksida merupakan hasil buang metabolisme, menembus membran alveoli, dari kapiler darah ke alveoli dan setelah melalui membran pipa bronkhial dan trakea, dikeluar melalui hidung dan mulut.
Empat proses yang berhubungan dengan pernafasan pulmoner :
·         Ventilasi pulmoner, atau gerak pernafasan yang menukar  udara dalam alveoli dengan udara luar.
·          Arus darah melalui paru-paru, darah mengandung oksigen masuk ke seluruh tubuh, karbondioksida dari seluruh tubuh masuk ke paru-paru.
·         Distribusi arus udara dan arus darah.
·          Difusi gas yang menembus membran pemisah alveoli dan kapiler, CO2 lebih mudah berdifusi dari pada O2.

Etiologi (Penyebab)

Ada dua faktor pencetus asma, antara  yakni :
·         Pemicu (trigger) yang menyebabkan menyempitnya saluran pernafasan (bronkokonstriksi) dan tidak menyebabkan peradangan.
·         Penyebab (inducer) yang menyebabkan peradangan atau inflammation pada saluran pernafasan.
 
Ada beberapa pemicu terjadinya  asma  bronkhial yakni :

       a.            Faktor Predisposisi
·         Genetik (Keturunan)
Meskipun belum diketahui bagaimana cara  pewarisan yang jelas. Penderita dengan penyakit alergi biasanya mempunyai keluarga dekat juga menderita penyakit alergi. Karena adanya bakat alergi ini, penderita sangat mudah terkena penyakit asma bronkhial jika terpapar dengan faktor pencetus. Selain itu hipersensitivitas saluran pernafasannya juga bisa diturunkan.
      b.            Faktor Presipitasi
-   Alergen
Dimana alergen dapat dibagi menjadi 3 jenis, yaitu :
*  Inhalan, yang masuk melalui saluran pernafasan.
Ex : debu, bulu binatang, serbuk bunga, spora jamur, bakteri dan polusi.
*  Ingestan, yang masuk melalui mulut.
Ex : makanan dan obat-obatan.
*  Kontaktan, yang masuk melalui kontak dengan kulit.
Ex : perhiasan, logam dan jam tangan.
-  Perubahan cuaca
Cuaca lembab dan hawa pegunungan yang dingin sering mempengaruhi asma. Atmosfir yang mendadak dingin merupakan faktor pemicu terjadinya serangan asma. Kadang-kadang serangan berhubungan dengan musim, seperti : musim hujan, musim kemarau, musim bunga. Hal ini berhubungan dengan arah angin serbuk bunga dan debu.
-  Stress (gangguan emosi)
Stress atau gangguan emosi dapat menjadi pencetus serangan asma, selain itu juga bisa memperberat serangan asma yang sudah ada. Disamping gejala asma yang timbul harus segera diobati penderita asma yang mengalami stress atau gangguan emosi perlu diberi nasehat untuk menyelesaikan masalah pribadinya. Karena jika stressnya belum diatasi maka gejala asmanya belum bisa diobati.
-  Lingkungan kerja
Mempunyai hubungan langsung dengan sebab terjadinya serangan asma. Hal ini berkaitan dengan dimana dia bekerja. Misalnya orang yang bekerja di laboratorium hewan, industri tekstil, pabrik asbes, polisi lalu lintas. Gejala ini mambaik pada waktu libur atau cuti.
-  Olahraga / aktivitas jasmani yang berat
Sebagian besar penderita asma akan mendapat serangan jika melakukan aktivitas jasmani atau olahraga yang berat. Lari cepat paling mudah menimbulkan serangan asma. Serangan asma karena aktivitas biasanya terjadi segera setelah selesai aktivitas tersebut.
Asma adalah suatu obstruktif jalan nafas yang reversibel yang disebabkan oleh :
*  Kontraksi otot di sekitar bronkus sehingga terjadi penyempitan jalan nafas
*  Pembengkakan membran bronkus
*  Terisinya bronkus oleh mukus yang kental.
  
Klasifikasi Asma

Berdasarkan penyebabnya, asma bronkhial dapat diklasifikasikan menjadi 3 tipe, yaitu :
·         Ekstrinsik (alergik)
Ditandai dengan reaksi alergik yang disebabkan oleh faktor-faktor pencetus yang spesifik, seperti debu, serbuk bunga, bulu binatang, obat-obatan (antibiotik dan aspirin) dan spora jamur. Asma ekstrinsik sering dihubungkan dengan adanya suatu predisposisi genetik terhadap alergi.
·         Instrinsik (non alergik)
Ditandai dengan adanya reaksi non alergi yang bereaksi terhadap pencetus yang tidak spesifik atau tidak diketahui, seperti udara dingin atau bisa juga disebabkan oleh adanya infeksi saluran pernafasan dan emosi. Serangan asma ini menjadi lebih berat dan sering sejalan dengan berlalunya waktu dan dapat berkembang menjadi bronkhitis kronik dan emfisema. Beberapa pasien akan mengalami asma gabungan.
·         Asma gabungan
Bentuk asma yang paling umum. Asma ini mempunyai karakteristik dari bentuk alergik dan non-alergik.

Berdasarkan tingkat keparahannya, asma dibedakan menjadi :
·         Asma Akut (Severe  Acute Asthma)
Disebut asma akut apabila terjadinya bronkospasme sedemikian parah sehingga pasien sulit bernafas pada kondisi istirahat dan tingkat stress tertentu pada jantung. Asma akut ditandai dengan nafas yang cepat (>30 kali/menit), dan meningkatnya denyut nadi  >110 denyut/menit. Pasien dengan PER (peak expiratory flow rate <100 adalah="" akan="" akut="" asma="" berbicara.="" brokodilatasi="" dan="" dengan="" faktor-faktor="" fungsi="" inflamasi="" kesulitan="" l="" mencegah="" mengembalikan="" menghindari="" mengurangi="" meningkatkan="" nbsp="" normal="" parah.="" pemicu="" pengobatan="" permenit="" pernafasan="" prinsip="" saluran="" serangan="" serta="" span="" tujuan="" yang="">
·         Asma Kronis
Penanganan asma tergantung pada frekuensi dan keparahan gejala asma yang muncul. Serangan asma yang jarang terjadi dapat ditangani dengan mengobati setiap serangan bila serangan asma tersebut muncul (hanya jika perlu), tetapi untuk serangan asma yang lebih sering maka terapi pencegahan perlu dilakukan. Rute pemberian obat yang lebih disukai adalah inhalasi, sebab inhalasi memungkinkan obat langsung mencapai organ sasaran dengan dosis yang lebih kecil, sehingga kemungkinan efek sampng lebih sedikit dan mempunyai mula kerja yang cepat dan lebih efektif mencegah bronkokonstriksi. Ada dua macam obat yang digunakan sebagai bronkodilator, penyekat β 2 selektif (salbutamol dan terbutaline) dan non selektif (adrenaline, isoprenaline, orciprenaline). Pemakaian bronkodilator non selektif saat ini dihindari karena obat-obat tersebut dapat menimbulkan toksisit; kardia, meskipun pemakaian bronkodilator yang penyekat β2 selektif juga dapat menyebabkan takikardi dan palpitasi tergantung pada dosis yang digunakan (fa/ frn).

Patofisiologi

Asma bronchial adalah obstruksi jalan nafas difusi reversible obstruksi disebabkan oleh hal-hal seperti : kontraksi otot yang mengelilingi bronki yang menyebabkan penyempitan jalan nafas, pembengkakan membran yang melapisi bronki dan kelenjar mukosa membesar, sputum yang kental banyak dihasilkan dan alveoli menjadi hiperinflasi, dengan udara yang terperangkap di dalam jaringan paru. Mekanisme yang pasti dari perubahan ini tidak diketahui tetapi ada yang paling diketahui adalah keterlibatan sistem imunologis dan sistem saraf otonom.
Sistem saraf otonom mengatur paru. Tonus otot bronchial diatur oleh influs saraf vegal melalui sistem parasimpatis. Pada asma idiopatik atau non alergi, ketika ujung saraf pada ujung saraf pada jalan nafas dirangsang oleh faktor-faktor seperti infeksi, latihan, daging, merokok, emosi dan polutan, jumlah asetilkolon yang dilepaskan meningkat menyebabkan berkonstruksi juga merangsang, pembentukan mediator kimiawi.
Selain itu, reseptor α dan β adrenerik dari sistem saraf simpatik terletak pada bronki ketika reseptor α adrenerik dirangsang, bronkokontriksi dan bronkodilatasi terjadi ketika reseptor β adrenergik dirangsang. Keseimbangan antara reseptor α dan α adrenergic dikendalikan terutama oleh siklik adenosine monofosfat (cAMP) stikulasi reseptor α mengakibatkan penurunan cAMP yang mengarah pada peningkatan mediator kimiawi yang dilepaskan oleh sel-sel mast bronkokonstriksi stimulasi reseptor β mengakibatkan peningkatan cAMP, yang menghambat pelepasan mediator kimiawi yang menyebabkan bronkodilatasi. Teori yang diajukan adalah bahwa penyekatan β adrenergik terjadi pada individu dengan asma akibatnya, asmatik rentan terhadap peningkatan pelepasan mediator otot kolus
Proses perjalanan penyakit asma dipengaruhi oleh 2 faktor yaitu alergi dan psikologis, kedua faktor tersebut dapat meningkatkan terjadinya kontraksi otot-otot polos, meningkatnya sekret abnormal mukus pada bronkiolus dan adanya kontraksi pada trakea serta meningkatnya produksi mukus jalan nafas, sehingga terjadi penyempitan pada jalan nafas dan penumpukan udara di terminal oleh berbagai macam sebab maka akan menimbulkan gangguan seperti gangguan ventilasi (hipoventilasi), distribusi ventilasi yang tidak merata dengan sirkulasi darah paru, gangguan difusi gas di tingkat alveoli.
Asma ditandai dengan kontraksi spastic dari otot polos bronkhiolus yang menyebabkan sukar bernafas. Penyebab yang umum adalah hipersensitivitas bronkhioulus terhadap benda-benda asing di udara. Reaksi yang timbul pada asma tipe alergi diduga terjadi dengan cara sebagai berikut : seorang yang alergi mempunyai kecenderungan untuk membentuk sejumlah antibody Ig E abnormal dalam jumlah besar dan antibodi ini menyebabkan reaksi alergi bila reaksi dengan antigen spesifikasinya. Pada asma, antibody ini terutama melekat pada sel mast yang terdapat pada interstisial paru yang berhubungan erat dengan brokhiolus dan bronkhus kecil. Bila seseorang menghirup alergen maka antibody Ig E orang tersebut meningkat, alergen bereaksi dengan antibodi yang telah terlekat pada sel mast dan menyebabkan sel ini akan mengeluarkan berbagai macam zat, diantaranya histamin, zat anafilaksis yang bereaksi lambat (yang merupakan leukotrient), faktor kemotaktik eosinofilik dan bradikinin. Efek gabungan dari semua faktor-faktor ini akan menghasilkan adema lokal pada dinding bronkhioulus kecil maupun sekresi mucus yang kental dalam lumen bronkhioulus dan spasme otot polos bronkhiolus sehingga menyebabkan tahanan saluran napas menjadi sangat meningkat.
Pada asma , diameter bronkiolus lebih berkurang selama ekspirasi dari pada selama inspirasi karena peningkatan tekanan dalam paru selama eksirasi menekan bagian luar bronkiolus. Karena bronkiolus sudah tersumbat sebagian, maka sumbatan selanjutnya adalah akibat dari tekanan eksternal yang menimbulkan obstruksi berat terutama selama ekspirasi. Pada penderita asma biasanya dapat melakukan inspirasi dengan baik dan adekuat, tetapi sekali-kali melakukan ekspirasi. Hal ini menyebabkan dispnea. Kapasitas residu fungsional dan volume residu paru menjadi sangat meningkat selama serangan asma akibat kesukaran mengeluarkan udara ekspirasi dari paru. Hal ini bisa menyebabkan barrel chest.

Tiga kategori asma alergi (asma ekstrinsik) ditemukan pada klien dewasa yaitu yang disebabkan alergi tertentu, selain itu terdapat pula  adanya riwayat penyakit atopik seperti eksim, dermatitis, demam tinggi dan klien dengan riwayat asma. Sebaliknya pada klien dengan asma intrinsik (idiopatik) sering ditemukan adanya faktor-faktor pencetus yang tidak jelas, faktor yang spesifik seperti flu, latihan fisik, dan emosi (stress) dapat memacu serangan asma.

Mekanisme Terjadinya Asma

Baik orang normal maupun penderita asma, bernapas dengan udara yang kualitas dan komposisinya sama. Udara pada umumnya mengandung 3 juta partikel/mm kubik. Partikel-partikel itu dapat terdiri dari debu, kutu debu (tungau), bulu-bulu binatang, bakteri, jamur, virus, dll. Adanya rangsangan dari partikel-partikel tersebut secara terus menerus, maka timbul mekanisme rambut getar dari saluran napas yang bergetar hingga partikel tersebut terdorong keluar sampai ke arah kerongkongan yang seterusnya dikeluarkan dari dalam tubuh melalui reflek batuk.

Pada penderita asma bronkial karena saluran napasnya hipersensitif  terhadap partikel udara ini, sebelum sempat partikel tersebut dikeluarkan dari tubuh, maka jalan napas (bronkus) memberi reaksi hiperreaktif, maka terjadilah keadaan dimana:

·         Otot polos yang menghubungkan cincin tulang rawan berkontraksi/memendek
·          Produksi kelenjar lendir yang berlebihan
·         Bila ada infeksi, misal batuk pilek (biasanya selalu demikian) akan terjadi reaksi sembab/pembengkakan dalam saluran napas

Hasil akhir dari semua itu adalah penyempitan rongga saluran napas. Akibatnya menjadi sesak napas, batuk keras bila paru mulai berusaha untuk membersihkan diri, keluar dahak yang kental bersama batuk, terdengar suara napas yang berbunyi yang timbul apabila udara dipaksakan melalui saluran napas yang sempit. Suara napas tersebut dapat sampai terdengar keras terutama saat mengeluarkan napas.
Serangan asma bronkial ini dapat berlangsung dari beberapa jam sampai berhari-hari dengan gejala klinik yang bervariasi dari yang ringan (merasa berat di dada, batuk-batuk) dan masih dapat bekerja ringan yang akhirnya dapat hilang sendiri tanpa diobati.
Gejala yang berat dapat berupa napas sangat sesak, otot-otot daerah dada berkontraksi sehingga sela-sela iga menjadi cekung, berkeringat banyak seperti orang yang bekerja keras, kesulitan berbicara karena tenaga hanya untuk berusaha bernapas, posisi duduk lebih melegakan napas daripada tidur meskipun dengan bantal yang tinggi, bila hal ini berlangsung lama maka akan timbul komplikasi yang serius.

Yang paling ditakutkan adalah bila proses pertukaran gas O2 dan CO2 pada alveolus terganggu suplainya untuk organ tubuh yang vital (tertutama otak) yang sangat sensitif untuk hal ini, akibatnya adalah: muka menjadi pucat, telapak tangan dan kaki menjadi dingin, bibir dan jari kuku kebiruan, gelisah dan kesadaran menurun  merupakan tanda bahwa penderita sudah dalam keadaan bahaya/kritis dan harus secepatnya masuk rumah sakit/minta pertolongan dokter yang terdekat.

 Manifestasi Klinik

Gejala-gejala yang lazim muncul pada asma bronkhial adalah :
·         Batuk kering (tidak produktif) karena secret kental dan saluran jalan nafas sempit
·         Dispnea ditandai dengan pernafasan cuping hidung, retraksi dada
·          Pernafasan berbunyi (wheezing/mengi/bengek) terutama saat mengeluarkan nafas (exhalation)
·         Rasa berat dan kejang pada dada sehingga napas jadi terengah-engah
·         Biasanya disertai batuk dengan dahak yang kental dan lengket
·          Tachypnea dan orthopnea
·         Gelisah dan cemas
·         Diaphorosis
·          Nyeri di abdomen karena terlibat otot abdomen dalam pernafasan
·          Lelah
·         Fatigue
·         Tidak toleren terhadap aktivitas : makan, berjalan, bahkan berbicara
·         Serangan biasanya bermula dengan batuk dan rasa sesak dalam dada, disertai pernafasan lambat
·         Ekspirasi selalu lebih susah dan panjang dibanding inspiras
·          Kecemasan labil dan perubahan tingkat kesadaran
·         Sianosis sekunder
·         Duduk dengan tangan menyanggah ke depan serta tampak otot-otot bantu pernafasan bekerja dengan keras
·         Gerak-gerik retensi karbondioksida seperti : berkeringat, takikardi dan pelebaran tekanan nadi
·         Serangan dapat berlangsung dari 30 menit sampai beberapa jam
·         Hilang secara spontan

Ada beberapa tingkatan penderita asma, yaitu :
1. Tingkat I
·         Secara klinis normal tanpa kelainan pemeriksaan fisik dan fungsi paru.
·         Timbul bila ada faktor pencetus baik di dapat alamiah maupun dengan test provokasi bronkial di laboratorium.
2. Tingkat II
·         Tanpa keluhan dan kelainan pemeriksaan fisik tapi fungsi paru menunjukkan adanya tanda-tanda obstruksi jalan nafas.
·         Banyak dijumpai pada klien setelah sembuh serangan
3. Tingkat III
·         Tanpa keluhan
·         Pemeriksaan fisik dan fungsi paru menunjukkan adanya obstrusi jalan nafas
·         Penderita sudah sembuh dan bila obat tidak diteruskan mudah diserang kembali
4. Tingkat IV
·         Klien mengeluh batuk, sesak nafas dan nafas berbunyi wheezing
Pemeriksaan fisik dan fungsi paru didapat tanda-tanda obstruksi jalan nafas.
5. Tingkat V
·         Status asmatikus (keadaan darurat medis berupa serangan asma akut yang berat bersifat refraktor sementara terhadap pengobatan yang lazim dipakai)
·         Asma pada dasarnya merupakan penyakit obstruksi jalan nafas yang reversibel. Pada asma yang berat dapat timbul gejala seperti : kontraksi otot-otot pernafasa, sianosis, gangguan kesadaran, penderita tampak letih dan takikardi.

Prinsip Pengobatan

Prinsip umum pengobatan asma bronkhial adalah :
·         Menghilangkan obstruksi jalan nafas dengan segera
·         Mengenal serta menghindari faktor-faktor yang dapat mencetus serangan asma
·         Memberikan penjelasan kepada penderita ataupun keluarganya mengenai penyakit asma, baik pengobatannya maupun tentang perjalanan penyakitnya sehingga penderita mengerti tujuan pengobatan yang diberikan dan bekerjasama dengan dokter atau perawat yang merawatnya.
Pengobatan pada asma bronkhial terbagi 2 yakni :
·         Pengobatan non farmakologik:
a. Memberikan penyuluhan
b. Menghindari faktor pencetus
c. Pemberian cairan
d. Fisiotherapy
e. Beri O2 bila perlu.
·         Pengobatan farmakologik :
Bronkodilator : obat yang melebarkan saluran nafas. Terbagi dalam 2 golongan :
·         Simpatomimetik/ andrenergik (Adrenalin dan efedrin)
Nama obat :
- Orsiprenalin (Alupent)
- Fenoterol (berotec)
- Terbutalin (bricasma)
Obat-obat golongan simpatomimetik tersedia dalam bentuk tablet, sirup, suntikan dan semprotan: MDI (Metered dose inhaler). Ada juga yang berbentuk bubuk halus yang dihirup (Ventolin Diskhaler dan Bricasma Turbuhaler) atau cairan broncodilator (Alupent, Berotec, brivasma serts Ventolin) yang oleh alat khusus diubah menjadi aerosol (partikel-partikel yang sangat halus ) untuk selanjutnya dihirup.
·         Xantin
Nama obat :
- Aminofilin (Amicam supp)
- Aminofilin (Euphilin Retard)
- Teofilin (Amilex)
Efek dari teofilin sama dengan obat golongan simpatomimetik, tetapi cara kerjanya berbeda bila kedua obat ini dikombinasikan efeknya saling memperkuat. Cara pemakaian : Bentuk suntikan teofillin / aminofilin dipakai pada serangan asma akut dan disuntikan perlahan-lahan langsung ke pembuluh darah. Karena  merangsang lambung bentuk tablet atau sirupnya sebaiknya diminum sesudah makan sehingga sebaiknya berhati-hati minum obat ini. Teofilin  bentuk supositoria yang cara pemakaiannya dimasukkan ke dalam anus karena tidak dapat minum teofilin (misalnya muntah atau lambungnya kering).
·         Kromolin
Kromalin bukan bronkodilator tetapi merupakan obat pencegah serangan asma  alergi terutama anak-anak. Kromalin biasanya diberikan bersama-sama obat anti asma yang lain dan efeknya baru terlihat setelah pemakaian 1 bulan.
·         Ketolifen
Mempunyai efek pencegahan terhadap asma seperti kromalin. Biasanya diberikan dengan dosis dua kali 1mg / hari yang  dapat diberikan secara oral.

Pada prinsipnya tata cara pengobatan asma dibagi atas :

·         Pengobatan asma jangka pendek
Pengobatan diberikan pada saat terjadi serangan asma yang hebat, dan terus diberikan sampai serangan merendah, biasanya memakai obat-obatan yang melebarkan saluran pernapasan yang menyempit. Tujuan pengobatannya untuk mengatasi penyempitan jalan napas, mengatasi sembab selaput lendir jalan napas, dan mengatasi produksi dahak yang berlebihan.
·         Pengobatan asma jangka panjang
Pengobatan diberikan setelah serangan asma merendah, karena tujuan pengobatan ini untuk pencegahan serangan asma. Pengobatan asma diberikan dalam jangka waktu yang lama, bisa berbulan-bulan sampai bertahun-tahun dan harus diberikan secara teratur. Penghentian pemakaian obat ditentukan oleh dokter yang merawat. Pengobatan ini lazimnya disebut sebagai immunoterapi adalah  (sistem pengobatan yang diterapkan pada penderita asma/pilek alergi dengan cara menyuntikkan bahan alergi terhadap penderita alergi yang dosisnya dinaikkan makin tinggi secara bertahap dan diharapkan dapat menghilangkan kepekaannya (desentisasi) atau mengurangi kepekaannya (hiposentisisasi) bahan

Ada beberapa macam terapi untuk menghindari asma yakni :
·         Terapi herba
Penggunaan herba untuk menyembuhkan penyakit. Misalnya astragalus membranacious, glycyrrhza glabara dan tanacetum parthenium.
·         Terapi nutrisi
Pemilihan nutrisi atau zat makanan untuk membantu penyembuhan. Misalnya, vitamin C untuk menaikkan imunitas dan sebagai antioksidan serta anti radang. Vitamin E sebagai antioksidan dan memperlambat degenerasi. Srta selenium untuk meningkatkan fagositik sel darah putih dan menghambat produksi prostaglandin.
·         Berenang
Udara kolam renang yang lembab dan basah baik untuk penderita asma.
·         Aromaterapi
Minyak atsiri untuk melegakan pernafasan, merelaksasi dan melebarkan saluran pernafasan.
·          Akupuntur
Merupakan terapi dengan menusukkan jarum ke titik-titik tubuh tertentu.
·         Akupresur
Menggunakan pemijatan benda tumpul dan keras atau dengan jari sebagai pengganti jarum. Prinsipnya sama dengan akupuntur